Tanamkan Kepedulian, SMAN 3 Mataram Libatkan Siswa Bantu Korban Kebakaran Sade
- 16 Sep 2026 17:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Musibah kebakaran yang menimpa Desa Sade, Lombok Tengah, mendorong keluarga besar SMAN 3 Mataram ikut bergerak membantu warga terdampak. Donasi dihimpun dari guru, siswa, hingga kepala sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Penggalangan bantuan tersebut diprakarsai OSIS SMAN 3 Mataram, dan telah diberikan beberapa hari lalu. Pihak sekolah memberikan ruang kepada seluruh warga sekolah untuk berkontribusi sesuai kemampuan, baik dalam bentuk uang maupun barang.
Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, mengatakan penggalangan donasi dilakukan segera setelah pihak sekolah mengetahui musibah yang terjadi di Desa Sade.
“Begitu kita mendengar musibah kebakaran yang menimpa Desa Sade, kami di SMA 3 Mataram langsung bergerak. Setidak-tidaknya ada andil kita untuk meringankan beban mereka yang tertimpa musibah tersebut,” jelasnya, Rabu 19 September 2026.
Menurut Yuspita, keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial tidak semata-mata ditujukan untuk mengumpulkan bantuan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kepedulian sosial peserta didik.
Ia menyebut OSIS memiliki peran aktif dalam mengajak siswa terlibat dalam penggalangan dana. Sekolah juga tidak membatasi bentuk bantuan yang diberikan, sehingga siswa maupun guru dapat berkontribusi sesuai keikhlasan masing-masing.
“Biar anak-anak mengetahui bahwa masih ada nilai-nilai moral, nilai-nilai karakter baik. Jadi mereka setidak-tidaknya ada rasa untuk saling membantu sesama,” ujarnya.
Sebagian besar bantuan yang terkumpul berupa uang karena dinilai lebih mudah untuk disalurkan dan dimanfaatkan oleh warga terdampak. Setelah dana terkumpul, Yuspita bersama Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan tim kemudian mendatangi langsung Desa Sade.
Di lokasi, bantuan diserahkan kepada kepala dusun dan diterima bersama sejumlah warga. Yuspita mengatakan penyaluran secara langsung dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami langsung menyampaikan bahwa kami dari keluarga besar SMA Negeri 3 Mataram bermaksud ingin menyalurkan bantuan secara langsung, agar betul-betul bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh penduduk di sana,” tuturnya.
Kepedulian serupa, lanjut Yuspita, juga pernah dilakukan SMAN 3 Mataram ketika terjadi bencana di wilayah Sumatera. Bantuan saat itu dikumpulkan dan dikirimkan melalui jasa pengiriman.
Ia menegaskan, kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk respons sekolah ketika mendengar adanya masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat musibah. Menurutnya, sekolah tidak ingin hanya menyampaikan simpati, tetapi juga berusaha mengambil bagian sesuai kemampuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....