Kunjungan Tinggi, Fasilitas Digital Perpustakaan Lotim Masih Terbatas

  • 20 Sep 2026 14:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Tingginya kunjungan masyarakat ke perpustakaan di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan semakin tumbuhnya minat baca dan budaya literasi, terutama di kalangan mahasiswa. Kondisi tersebut sekaligus menjadi perhatian pemerintah daerah karena fasilitas digital yang tersedia masih belum sepenuhnya mampu mendukung kebutuhan pengunjung.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Edwin Hadiwijaya, mengatakan perpustakaan saat ini telah menyediakan koleksi e-library sebanyak 670 judul. Koleksi digital tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, meskipun ketersediaan perangkat komputer masih terbatas.

Dikatakan Edwin, keterbatasan perangkat membuat sebagian pengunjung harus membawa laptop pribadi untuk mengakses koleksi digital yang tersedia. Sementara rata-rata kunjungan mencapai sekitar 200 orang setiap hari dan sebagian besar merupakan mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan untuk mengerjakan tugas akademik maupun mencari berbagai referensi.

“Kita sudah memiliki e-library dengan 670 judul, tetapi perangkat komputer yang tersedia masih terbatas. Karena itu, ada pengunjung yang harus membawa laptop sendiri untuk mengakses koleksi digital,” ujar Edwin, Minggu, 20 September 2026.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen memperkuat fasilitas pendukung perpustakaan, tidak hanya melalui penyediaan koleksi buku, tetapi juga pengembangan layanan digital. Penguatan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan koleksi yang telah tersedia.

Tingginya angka kunjungan juga menjadi perhatian karena pembangunan gedung perpustakaan belum sepenuhnya rampung. Saat ini perpustakaan beroperasi selama enam hari dalam sepekan, sehingga penambahan jam pelayanan dinilai penting untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa.

“Tingginya kunjungan ini menunjukkan masyarakat membutuhkan ruang untuk belajar dan mencari informasi. Ke depan, fasilitas digital dan jam pelayanan perlu terus diperkuat agar perpustakaan bisa memberikan layanan yang lebih maksimal,” jelasnya.

Dengan peningkatan fasilitas digital dan perluasan jam pelayanan, perpustakaan diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan budaya literasi berkelanjutan sekaligus menyediakan ruang belajar yang lebih nyaman dan mudah diakses oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....