BPBD Lotim Intensifkan Penyaluran Air Bersih saat Kemarau
- 20 Sep 2026 14:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur terus mengintensifkan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Distribusi dilakukan secara rutin dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan minimal dua hingga tiga kali dalam sepekan. Distribusi disesuaikan dengan informasi kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa.
“Penyaluran air bersih kita lakukan secara rutin, minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu. Kita menyesuaikan dengan laporan dari kecamatan dan desa terkait wilayah yang membutuhkan,” ujar Lalu Mulyadi. Minggu, 20 September 2026.
Dalam penanganan krisis air bersih, BPBD Lombok Timur juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Bantuan distribusi air di antaranya berasal dari Balai Wilayah Sungai (BWS), organisasi masyarakat, komunitas sosial, serta sejumlah lembaga lainnya.
Saat ini, penyaluran air bersih diprioritaskan ke Desa Sekaroh dan Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, yang mengalami dampak kekeringan cukup parah. Penanganan juga mencakup wilayah Perigi dan Puncak Jeringo, Kecamatan Suela, sementara distribusi ke daerah lain dilakukan secara situasional berdasarkan laporan kebutuhan masyarakat.
Lalu Mulyadi menjelaskan, secara umum kondisi kekeringan di Lombok Timur masih berada dalam kategori aman hingga moderat. Meskipun terdapat sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih, dampaknya dinilai masih lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisi tahun ini relatif lebih terbatas. Tahun lalu hampir seluruh desa di Kecamatan Jerowaru terdampak kekeringan, sedangkan tahun ini wilayah yang terdampak tidak seluas sebelumnya,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga membuat pemerintah daerah belum perlu meningkatkan status penanganan kekeringan ke level yang lebih tinggi. Hal itu turut dipengaruhi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan intensitas kemarau 2026 berada pada kategori normal hingga sedang.
Selain faktor cuaca, berkurangnya dampak kekeringan juga didukung pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terus memperluas jaringan distribusi air bersih. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak akan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....