Penguatan Nilai Pancasila Harus Dimulai dari Generasi Muda

  • 30 Sep 2026 08:11 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda Indonesia.
  • Perkembangan teknologi membawa manfaat tetapi juga memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap pola pikir dan sikap generasi muda.
  • Made Selamet, Anggota DPRD NTB, mengingatkan bahwa tantangan pengamalan nilai Pancasila semakin kompleks di era perubahan sosial yang cepat.

RRI.CO.ID, Mataram – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, menjadi momentum untuk kembali memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda. Tantangan tersebut dinilai semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Hal itu disampaikan Made Selamet Anggota DPRD NTB saat menyoroti kondisi pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga memiliki sisi negatif yang dapat memengaruhi pola pikir dan sikap generasi muda.

“Banyak yang positif dari perkembangan teknologi, tetapi ada juga yang negatif. Karena itu, semangat persatuan, kesatuan, dan kepedulian terhadap negara harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” ujar Made Selamet, Rabu 30 September 2026.

Ia menilai penguatan nilai Pancasila tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Politisi PDI-P NTB ini menekankan pentingnya peran para pemimpin dan pejabat dalam memberikan contoh kepada masyarakat. Menurutnya, perilaku para pemimpin akan menjadi perhatian publik dan secara tidak langsung memengaruhi generasi muda.

“Yang di atas harus memberikan contoh. Kalau yang di atas menyimpang, yang di bawah juga bisa ikut menyimpang. Karena itu, keteladanan sangat penting,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali pendidikan dan pemahaman Pancasila secara lebih kuat hingga tingkat masyarakat dan generasi muda. Menurutnya, berbagai kajian mengenai Pancasila perlu diterjemahkan menjadi program yang dapat dipahami dan diterapkan secara nyata.

“Nilai-nilai yang sudah dikaji harus diteruskan dan disosialisasikan sampai ke tingkat bawah, terutama kepada anak-anak muda,” ujarnya.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, Made Selamet juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai gotong royong, musyawarah, keadilan sosial, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya.

Menurutnya, pengamalan Pancasila tidak boleh berhenti pada simbol atau seremoni, tetapi harus terlihat dalam kebijakan dan kehidupan masyarakat.

Made Selamet berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

Ia secara khusus mendorong generasi muda yang dinilainya masih memiliki semangat dan idealisme untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa ke depan.

“Generasi muda harus kita tanamkan semangat untuk pembangunan ke depan. Mereka harus menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.

Revolusi disegala lini menurutnya penting dilakukan sehingga pembangunan daerah bisa berjalan dengan baik.

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....