Wabup Bima: STQ-MTQ Bukan Sekadar Lomba, tetapi Identitas Keislaman

  • 15 Sep 2026 08:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa Seleksi Tilawatil Quran (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Menurutnya, STQ dan MTQ merupakan bagian penting dari identitas keislaman masyarakat Bima sekaligus momentum untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy saat membuka secara resmi STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 di Arena Utama Lengge Nae-Maria Wawo.

STQ tingkat Kecamatan Wawo tahun ini mengusung tema Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Bima Bermartabat.

Dalam sambutannya di hadapan Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S.Sos., unsur Muspika, para kepala sekolah, kepala desa, tokoh masyarakat, alim ulama serta masyarakat yang hadir, Wabup H. Irfan mengatakan, keberadaan STQ dan MTQ memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi.

"MTQ dan STQ merupakan identitas keislaman sekaligus untuk tetap menjaga keberkahan daerah dengan menjaga Al-Qur'an dan harus menjadi panduan hidup kita," katanya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan STQ harus mampu mendorong masyarakat untuk memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemampuan peserta dalam melantunkan ayat suci maupun menghafalnya.

"Kita tidak hanya ingin menjadikan STQ sebagai arena untuk melombakan bacaan Al-Qur'an, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai-nilai dari firman Allah, ajaran, hukum-hukum dan syariat yang telah diwajibkan kepada umat Islam untuk menjadi panduan hidup," ujarnya.

Menurut Wabup, nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tutur kata, perilaku, cara berpikir hingga bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan dan menetapkan kebijakan.

"Al-Qur'an harus menjadi panduan dalam tutur kata, tingkah laku pemimpin dalam mengambil keputusan, kebijakan, panduan dalam berpikir dan banyak hal lagi dalam kehidupan kita," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga menyoroti besarnya potensi masyarakat Bima dalam bidang tilawatil Quran. Sejak dahulu, kata dia, daerah Bima telah melahirkan qari dan qariah yang mampu berkompetisi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Potensi tersebut, menurutnya, harus terus dipelihara dan dikembangkan secara berkesinambungan melalui pembinaan generasi muda.

"Sejak dahulu, masyarakat Bima memiliki potensi besar dalam tilawatil Quran dengan lahirnya qari dan qariah yang bertanding di tingkat nasional bahkan internasional. Ini sebuah potensi yang harus kita tumbuh kembangkan dari generasi ke generasi," kata dia.

Menutup sambutannya, Wabup H. Irfan secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru mengaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mengenalkan Al-Qur’an kepada anak-anak.

Ia menilai jasa para guru mengaji sangat besar dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an sekaligus memahami nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Karena itu, Wabup meminta camat, para kepala desa, kepala sekolah dan seluruh masyarakat memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para guru mengaji maupun tenaga pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

"Ini penting, karena dari jasa guru mengaji, anak-anak mengenal Al-Qur'an dan nilai keislaman tetap terjaga," ucapnya menegaskan.

Wabup berharap pelaksanaan STQ Kecamatan Wawo tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melahirkan generasi Qur’ani yang mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....