Kekeringan Parah Terjang NTB: 263 Ribu Jiwa Terdampak

  • 14 Sep 2026 11:17 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Bencana kekeringan parah akibat fenomena El Nino melanda sembilan kabupaten/kota di NTB dan berdampak pada 263.310 jiwa dari 84.837 KK di 227 desa.
  • Untuk menangani krisis air bersih tersebut, BPBD NTB bersama instansi terkait telah menyalurkan 3.382.300 liter air bersih sekaligus mengimbau warga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.

RRI.CO.ID, Mataram - Bencana kekeringan parah akibat fenomena El Nino melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga sepuluh September 2026, sebanyak 263.310 jiwa dari 84.837 Kepala Keluarga (KK) di 9 kabupaten/kota terdampak krisis air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengungkapkan situasi kekeringan tahun ini kian meluas dan memprihatinkan akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang terus memanjang. Dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB, hampir seluruhnya kini masuk dalam zona siaga dan tanggap darurat.

"Sampai dengan 10 September 2026, sebanyak 6 kabupaten/kota telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan, dan 3 kabupaten menetapkan status Tanggap Darurat. Secara tingkat provinsi, NTB kini resmi berada pada status Siaga Darurat Kekeringan," ujar Sadimin, Senin, 14 September 2026.

Sadimin memaparkan, dampak kekeringan telah menyebar ke 66 kecamatan dan 227 desa/kelurahan di seluruh penjuru NTB. Daerah dengan jumlah terdampak terbesar berada di Kabupaten Lombok Timur yang mencatatkan 92.950 jiwa terdampak, disusul Kabupaten Sumbawa dengan 42.728 jiwa, dan Lombok Tengah sebanyak 33.695 jiwa.

Guna meringankan beban masyarakat yang kesulitan air bersih, BPBD bersama pihak terkait telah mendistribusikan jutaan liter air bersih ke titik-titik krisis.

"Total air bersih yang sudah kita distribusikan hingga saat ini mencapai 3.382.300 liter. Distribusi paling banyak dipasok ke Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 1,35 juta liter, disusul Sumbawa 640 ribu liter, dan Lombok Tengah 460 ribu liter," jelasnya.

Selain krisis air bersih, Sadimin juga memberikan peringatan keras terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemukiman yang mengintai di tengah cuaca panas ekstrem ini.

"Seluruh wilayah NTB saat ini berada pada Level Siaga hingga Awas. Kami mengimbau masyarakat untuk sangat waspada. Bijaklah menggunakan air bersih, dan tolong jangan sekali-kali membakar sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan," tegas Sadimin.

Rincian per Kabupaten/Kota yang terdampak kekeringan:

  1. Lombok Timur (Siaga Darurat): 7 Kecamatan, 41 Desa, 33.910 KK, 92.950 Jiwa (Distribusi Air: 40.000 L)
  2. Sumbawa (Tanggap Darurat): 13 Kecamatan, 25 Desa, 10.703 KK, 42.728 Jiwa (Distribusi Air: 640.000 L)
  3. Lombok Tengah (Siaga Darurat): 9 Kecamatan, 45 Desa, 11.232 KK, 33.695 Jiwa (Distribusi Air: 460.000 L)
  4. Bima (Tanggap Darurat): 14 Kecamatan, 43 Desa, 9.222 KK, 28.894 Jiwa (Distribusi Air: 320.000 L)
  5. Lombok Barat (Siaga Darurat): 6 Kecamatan, 21 Desa, 7.474 KK, 22.030 Jiwa (Distribusi Air: 32.300 L)
  6. Lombok Utara (Siaga Darurat): 5 Kecamatan, 18 Desa, 5.515 KK, 17.855 Jiwa (Distribusi Air: 200.000 L)
  7. Dompu (Siaga Darurat): 4 Kecamatan, 10 Desa, 2.235 KK, 8.940 Jiwa (Distribusi Air: 340.000 L)
  8. Sumbawa Barat (Tanggap Darurat): 3 Kecamatan, 8 Desa, 1.680 KK, 6.765 Jiwa (Distribusi Air: 1.350.000 L)
  9. Kota Bima (Tanggap Darurat): 4 Kecamatan, 9 Desa, 1.129 KK, 3.287 Jiwa (Distribusi Air: -)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....