Hultah NWDI Ke-91, TGB Ajak Lanjutkan Warisan Perjuangan Maulana Syekh

  • 13 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI), TGB KH M. Zainul Majdi, mengajak seluruh keluarga besar NWDI untuk melanjutkan dan menjaga warisan perjuangan Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pesan tersebut disampaikan TGB M. Zainul Majdi dalam peringatan Hultah NWDI ke-91 yang dipusatkan di Pancor, Lombok Timur.

Momentum tersebut dinilai penting untuk memperkuat kembali komitmen generasi penerus dalam menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan Maulana Syekh. TGB mengatakan, Maulana Syekh telah meninggalkan warisan yang sangat besar bagi umat, mulai dari iman, takwa, dan salawat, organisasi perjuangan, lembaga pendidikan hingga hubungan silaturahmi dengan para ulama di berbagai penjuru dunia.

“Sudah diwariskan iman, takwa, salawat, sudah diwariskan organisasi perjuangan, diwariskan lebih dari 11 madrasah di seluruh Indonesia, diwariskan persahabatan dengan para ulama di seluruh dunia,” kata TGB.

Dikatakannya, seluruh warisan tersebut tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus diteruskan dan diamalkan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang. TGB juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bagian dari keberlanjutan perjuangan NWDI. Hubungan dengan keluarga, murid, penerus, sahabat perjuangan dan para ulama harus terus dirawat agar perjuangan organisasi mendapatkan keberkahan.

“Tiang yakin bahwa dengan bersilaturahim, menyambung hubungan kepada keluarga, para penerus, kepada murid-murid dan sahabat perjuangan kita, insyaallah itu akan mendatangkan keberkahan untuk perjuangan NWDI,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, TGB menekankan bahwa salah satu dasar pendidikan dalam perjuangan NWDI adalah membangun manusia. Pendidikan menurutnya bukan sekadar memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk jiwa, akhlak dan karakter.

“Asas dari pendidikan yang dilaksanakan oleh NWDI adalah membangun jiwa manusia,” katanya.

Karena itu, ia mengajak para guru dan orang tua untuk memberikan pendidikan secara bertahap dan penuh kesabaran. Anak-anak harus dikenalkan sejak dini dengan Al-Qur'an, Allah SWT, Rasulullah SAW, tuntunan agama serta nilai-nilai kebangsaan.

“Ayo anak-anak kita ajarkan fondasi-fondasi agama. Ajarkan mereka alif ba ta, ajarkan mereka huruf hijaiyah agar mereka bisa membaca Al-Qur'an,” katanya.

TGB juga mencontohkan kesabaran Maulana Syekh dalam mendidik masyarakat. Menurutnya, Maulana Syekh pernah berkeliling dari desa ke desa selama bertahun-tahun untuk mengajarkan masyarakat hal-hal sederhana, termasuk mengucapkan salam dengan benar.

“Kalau beliau saja yang bintang kelas di sekolah sanggup sabar tiga tahun mengajarkan salam kepada muridnya, maka kita yang ilmu kita tidak banyak harusnya lebih sabar,” ungkapnya.

Selain ilmu pengetahuan dan kemampuan membaca Al-Qur'an, TGB menilai pendidikan harus mampu membentuk hati yang baik. Ia mengajak masyarakat menghindari kebencian dan menggantinya dengan sikap saling memaafkan serta kasih sayang.

“Jangan ada kebencian di dalam hati. Ganti saja dengan mahabbah, ganti saja dengan kemaafan,” pesannya.

TGB menegaskan, pendidikan dalam perjuangan NWDI harus tetap berlandaskan Al-Qur'an, sunnah Nabi Muhammad SAW serta ajaran para ulama yang muktabar. Ia berharap Hultah NWDI ke-91 sekaligus haul ke-29 Maulana Syekh menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh keluarga besar NWDI dalam meneruskan perjuangan, khususnya melalui pendidikan dan pembentukan generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak.

“Mari kita bangun generasi yang baik, mulai dari anak kita masing-masing. Ajarkan mereka, didik mereka untuk mengaji, untuk belajar, untuk mengenal Al-Qur'an, mengenal Allah, mengenal Rasul-Nya, mengenal tuntunan agamanya, mengenal negaranya dan mengenal para pahlawannya,” ucap TGB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....