Nurul Adha Tegaskan Dinsos Lombok Barat Jangan Persulit Warga Miskin Lagi

  • 11 Sep 2026 21:03 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Wakil Bupati Lombok Barat menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan mengandalkan prosedur, tetapi memerlukan niat pengabdian dari aparatur.
  • Aparatur di sektor sosial harus mampu menghadirkan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah, terutama dalam mengakses layanan.
  • Pesan ini disampaikan saat memimpin apel pagi di Kantor Dinsos P3A Lombok Barat yang dihadiri oleh pegawai, pendamping Program Keluarga Harapan, dan keluarga besar dinas.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pelayanan kepada masyarakat tidak cukup hanya berpegang pada prosedur. Bagi Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, aparatur yang bekerja di sektor sosial harus memiliki niat pengabdian dan mampu menghadirkan kemudahan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah.

Pesan itu disampaikan Nurul Adha saat memimpin apel pagi di Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lombok Barat, Rabu 9 September 2026. Apel tersebut diikuti jajaran pegawai, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keluarga besar Dinsos P3A.

Nurul Adha menilai posisi Dinsos P3A sangat strategis karena berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial masyarakat. Mulai dari pengelolaan data kepesertaan BPJS, bantuan sosial, PKH, hingga pelayanan kesejahteraan sosial lainnya menjadi bagian penting yang menentukan hadir atau tidaknya pemerintah di tengah warga.

Menurutnya, besarnya tanggung jawab tersebut harus diimbangi dengan kekuatan kelembagaan dan kualitas pelayanan. Dinsos P3A tidak boleh sekadar menjadi perangkat daerah yang menjalankan program administratif, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

"Dinsos P3A adalah salah satu OPD yang akan membahagiakan masyarakat Lombok Barat. Karena itu, penting bagaimana Dinsos P3A menjadi OPD yang kuat, kokoh, dan mampu memberikan nilai positif terhadap pembangunan tata kelola pemerintahan," ujar Nurul Adha.

Ia kemudian mengajak seluruh aparatur dan pendamping sosial melihat kembali alasan mereka bekerja. Jabatan maupun peluang promosi, menurutnya, tidak semestinya menjadi satu-satunya orientasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Nurul Adha mendorong agar pekerjaan dipandang sebagai bentuk pengabdian sekaligus ibadah. Dengan niat yang benar, setiap tugas yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat diharapkan dapat dijalankan secara lebih tulus dan bertanggung jawab.

Pesan tersebut diperkuat dengan prinsip yang ia kutip dari hadis Nabi Muhammad SAW, “Khairunnas anfauhum linnas”, yang bermakna sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.

Bagi Nurul Adha, semangat memberi manfaat itu harus terlihat dalam perilaku aparatur ketika berhadapan dengan masyarakat. Terlebih pendamping PKH dan petugas sosial merupakan pihak yang sering berinteraksi langsung dengan warga di lapisan bawah.

Ia mengingatkan agar masyarakat yang sedang mengurus hak maupun bantuan tidak justru dibebani dengan proses yang berbelit. Prinsip pelayanan harus diarahkan untuk mencari jalan keluar selama tetap berada dalam koridor aturan.

"Yasiru wala tu’asiru, permudahlah dan jangan mempersulit," tegasnya.

Nurul Adha secara khusus menyoroti masyarakat miskin yang membutuhkan pelayanan pemerintah. Menurutnya, kemudahan yang diberikan aparatur kepada warga bukan hanya menyelesaikan urusan administratif, tetapi juga dapat menjadi bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Berikan kemudahan, jangan mempersulit. Apalagi masyarakat miskin. Kalau Bapak, Ibu memberikan kemudahan dalam urusannya, masyaallah, balasan dan doa dari mereka itu luar biasa untuk keberkahan hidup kita," ucapnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan agar jajaran Dinsos P3A tidak kehilangan sisi kemanusiaan dalam menjalankan tugas. Sebab, di balik data bantuan, kepesertaan jaminan sosial, maupun program PKH, terdapat warga yang menggantungkan harapan pada pelayanan pemerintah.

Dengan meluruskan niat dan mengedepankan kemudahan, Nurul Adha berharap Dinsos P3A Lombok Barat mampu menjadi salah satu wajah pemerintahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perlindungan dan perhatian.

"Jadikan pekerjaan ini sebagai pengabdian dan berikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada masyarakat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....