Aspirasi DPRD Lobar Ubah Perumahan BHP Labuapi Jadi Kawasan Ekonomi Baru Warga
- 09 Sep 2026 08:07 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Perumahan Bumi Harapan Permai di Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat sedang mengalami transformasi infrastruktur yang mencakup penataan jalan, penerangan, taman, dan pembangunan area food court.
- Program pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Lombok Barat yang dirancang tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur tetapi juga menciptakan ruang publik yang tertata.
- Inisiatif ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal melalui pengembangan usaha di kawasan yang semakin terakomodasi dengan fasilitas publik yang memadai.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kawasan Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP) di Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, mulai menunjukkan perubahan mencolok. Penataan jalan, penerangan, taman hingga pembangunan area food court perlahan mengubah kawasan permukiman tersebut menjadi ruang publik yang lebih tertata sekaligus membuka peluang baru bagi ekonomi masyarakat.
Perubahan itu lahir dari sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Lombok Barat melalui program pembangunan yang diarahkan tidak sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menciptakan ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha.
Anggota DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuriansah, mengatakan pembangunan fasilitas publik di kawasan BHP merupakan bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi warga sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Menurutnya, keberadaan taman dan food court diharapkan mampu menjadi titik berkumpul masyarakat sekaligus lokasi tumbuhnya aktivitas perdagangan warga.
"Inisiatif mendirikan taman dan food court di wilayah ini tentu salah satu cara untuk meningkatkan UMKM masyarakat Lombok Barat. Kesejahteraan masyarakat pastinya meningkat dengan adanya fasilitas yang kami berikan," ujar Syamsuriansah. Selasa 8 September 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan yang dilakukan mencakup sejumlah fasilitas dasar. Dua taman dibangun dengan anggaran masing-masing sekitar Rp100 juta. Sementara pembangunan area food court mendapat alokasi sekitar Rp150 juta.
Tidak hanya ruang publik, akses jalan di kawasan tersebut juga mendapat perhatian. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp400 juta untuk pekerjaan pemasangan paving block guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan akses warga.
Penataan kemudian diperluas melalui pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) pada jalur mulai dari pertigaan Jerneng hingga Perampuan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui anggaran perubahan.
Syamsuriansah menegaskan, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik kawasan. Lebih jauh, fasilitas yang tersedia harus mampu dimanfaatkan masyarakat untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif.
"Yang paling penting bukan hanya kawasannya menjadi lebih bagus, tetapi fasilitas ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan," katanya menegaskan.
Perubahan wajah BHP mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tokoh masyarakat Telagawaru, Taufiqurrahman, menilai pembangunan tersebut menjadi terobosan di tengah keterbatasan kemampuan anggaran desa.
Ia mengatakan, aspirasi pembangunan kawasan BHP telah lama diperjuangkan masyarakat. Kehadiran dukungan melalui anggaran aspirasi anggota DPRD akhirnya membuat sejumlah kebutuhan infrastruktur yang selama ini diharapkan warga dapat direalisasikan.
"Ini terobosan yang luar biasa. Kami sudah lama memperjuangkannya. Dengan adanya dana aspirasi dari anggota dewan, program ini bisa terealisasi sekaligus mengubah wajah lingkungan BHP," ungkap Taufiqurrahman.
Menurutnya, keberadaan taman dan fasilitas publik diharapkan dapat menjadi pemantik munculnya ekonomi mandiri masyarakat. Selain memberikan ruang interaksi, kawasan yang lebih tertata juga dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi warga.
Harapan serupa disampaikan anggota BPD Telagawaru, Sahladdin. Ia mengapresiasi pembangunan taman kembar yang kini dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul dan berinteraksi masyarakat.
Sahladdin juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak yang telah memperjuangkan kebutuhan masyarakat BHP, terlebih di tengah kondisi anggaran desa yang mengalami keterbatasan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Ibu Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, serta Dr. Sam yang telah memperjuangkan aspirasi warga," kata Sahladdin.
Sementara itu, warga setempat HM Yusuf AR atau yang akrab disapa Wak Ucok, mengaku merasakan langsung perubahan kawasan tersebut. Menurutnya, pemasangan paving block membuat akses lingkungan lebih baik, sedangkan keberadaan taman di pintu masuk memberikan identitas baru bagi kawasan perumahan.
"Saya apresiasi dan berterima kasih atas ketulusan beliau memasang paving block ini. Sekarang BHP sudah punya warna tersendiri. Dulu kita masih minder, sekarang kalau ada tamu jenderal datang pun kita tidak malu lagi," ucapnya.
Ia bahkan berseloroh, keberadaan taman di bagian depan kawasan kini membuat orang lebih mudah mengenali lokasi BHP.
"Ditambah ada taman di depan, orang tidak bingung lagi mencari lokasi BTN BHP," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....