PDIP NTB Buka Posko Bantuan Korban Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah
- 25 Agt 2026 06:17 WIB
- Mataram
Poin Utama
- PDI Perjuangan NTB membuka posko bantuan untuk masyarakat yang terdampak kebakaran di desa adat Sade, Lombok Tengah, sebagai bentuk respons cepat partai.
- Wakil Ketua DPD PDIP NTB Ir. Made Selamet menyatakan bahwa organisasi partai memiliki struktur Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang siap disiapkan ketika terjadi bencana di berbagai wilayah.
- Posko bantuan didirikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar pascabencana kebakaran.
RRI.CO.ID Mataram — DPD PDI Perjuangan (PDIP) Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka posko bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran di desa adat Sade, Lombok Tengah. Posko tersebut didirikan sebagai bentuk respons cepat partai dalam membantu warga memenuhi kebutuhan pascabencana.
Wakil Ketua DPD PDIP NTB, Bidang Kehormatan Partai Ir. Made Selamet, mengatakan organisasi partai memiliki struktur Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang siap diterjunkan ketika terjadi bencana di berbagai wilayah.
Menurutnya, pengurus PDIP NTB telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan yang paling mendesak.
"Kami turun langsung ke lapangan (desa adat Sade), memberikan bantuan dan mengecek langsung kondisi masyarakat. Dari sana kami melihat apa yang benar-benar dibutuhkan," ujar Made Selamet, Selasa 25 Agustus 2026.
Posko bantuan tersebut saat ini telah ditempati oleh jajaran pengurus PDIP setempat. Meski masih menggunakan tenda terpal, posko akan tetap beroperasi menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Made menjelaskan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kebutuhan warga tidak hanya berupa makanan siap saji. Bantuan berupa makanan seperti mi instan dan telur relatif banyak diterima masyarakat, sementara sejumlah kebutuhan penunjang justru masih terbatas.
Salah satu kebutuhan mendesak adalah perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran. Seragam, pakaian, sepatu, buku, dan berbagai perlengkapan sekolah lainnya menjadi prioritas agar aktivitas pendidikan anak-anak dapat kembali berjalan.
"Yang pertama adalah kebutuhan anak-anak untuk sekolah. Seragam, pakaian, buku, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya banyak yang terbakar. Mereka harus tetap sekolah," katanya.
Selain itu, warga juga membutuhkan peralatan dapur. Peralatan memasak, termasuk kompor dan perlengkapan rumah tangga untuk kebutuhan ibu-ibu, menjadi salah satu fokus bantuan yang akan dikumpulkan PDIP.
"Justru yang masih kurang adalah alat untuk memasak. Masyarakat banyak mendapatkan bantuan makanan, tetapi peralatan dapurnya yang dibutuhkan," jelasnya.
PDIP NTB, lanjut Made, akan mengumpulkan bantuan dari jajaran pengurus dan anggota legislatif sesuai dengan kebutuhan warga yang ditemukan di lapangan. Bantuan tersebut kemudian akan disalurkan melalui posko kepada masyarakat terdampak.
Untuk kebutuhan pemulihan psikologis anak-anak, Made mengatakan pihaknya belum melakukan trauma healing secara langsung karena masih dalam tahap pemetaan kebutuhan. Namun, kegiatan serupa disebut telah dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat yang berada di lokasi.
Di sisi lain, kebakaran tersebut juga mendorong munculnya aspirasi masyarakat agar kawasan desa adat dapat ditata kembali dengan mempertahankan karakter dan pola kehidupan tradisionalnya.
Made menyebut dirinya telah mendengar aspirasi warga yang berharap kawasan tersebut dibangun kembali dengan konsep yang lebih menyerupai kondisi desa pada masa sebelumnya. Warga juga menginginkan penataan permukiman yang lebih luas dan tidak terlalu padat.
"Harapan masyarakat, terutama generasi muda, ingin mengembalikan tempat itu seperti semula. Mereka ingin ditata kembali dengan konsep seperti desa dulu," ujarnya.
Menurut Made, aspirasi tersebut patut menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam proses penataan kembali kawasan pascakebakaran. Ia menyebut sebagian warga mengaitkan kebakaran dengan keberadaan instalasi listrik dan penggunaan kompor gas, sehingga muncul keinginan untuk mempertahankan pola kehidupan tradisional.
"Ini sudah kejadian yang ketujuh kali, tetapi yang sekarang paling parah. Karena itu masyarakat berharap segera dibangun kembali dan ditata dengan lebih baik," katanya.
PDIP NTB, lanjut Made, mendukung aspirasi masyarakat sepanjang sesuai dengan ketentuan dan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kawasan yang lebih aman sekaligus tetap mempertahankan karakter tradisionalnya.
Ia menegaskan, keberadaan posko PDIP tidak hanya berlangsung dalam jangka pendek. Bantuan akan terus dihimpun dan disalurkan hingga kondisi masyarakat berangsur normal dan warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bersekolah.
"Melakukan dan menangis bersama rakyat itu bagi kami bukan hanya di mulut. Kami harus hadir dan mewujudkannya. Posko akan melihat kondisi di lapangan dan kami akan terus mengumpulkan bantuan sampai masyarakat mulai normal dan bisa beraktivitas kembali," tegas Made.
PDIP NTB juga menunggu dukungan bantuan dari jajaran partai di tingkat pusat serta anggota legislatif, termasuk dari DPR dan DPRD, untuk kemudian disalurkan kepada warga terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....