Perkuat Usaha Nelayan, Kampung Nelayan Merah Putih Lombok Tengah Mulai Beroperasi

  • 08 Sep 2026 20:01 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Program Kampung Nelayan Merah Putih di Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Lombok Tengah, mulai diarahkan untuk memperkuat aktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan sektor perikanan sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi nelayan melalui koperasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah, Nurjahman, mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dirancang untuk mendukung pengembangan nelayan dalam skema Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih di Dusun Kelongkong diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung aktivitas nelayan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat pesisir.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah program dari Kementerian Kelautan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu subkegiatannya adalah pengembangan nelayan,” kata Nurjahman belum lama ini.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 352 nelayan di wilayah tersebut yang menjadi bagian dari ekosistem pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

Nurjahman menjelaskan, sejumlah fasilitas pendukung aktivitas nelayan saat ini sudah tersedia. Namun, beberapa fasilitas masih dinilai belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan nelayan.

Salah satunya berkaitan dengan fasilitas penunjang distribusi bahan bakar untuk nelayan. Pemerintah akan mengupayakan penambahan fasilitas seiring dengan perkembangan aktivitas dan kapasitas Kampung Nelayan Merah Putih.

“Memang fasilitasnya masih kurang. Tapi ini dulu. Nanti kalau kita sudah besar, kita akan minta tambah,” ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas perikanan di kawasan tersebut juga mulai berjalan. Nurjahman menyebutkan, hasil tangkapan nelayan yang tersimpan di fasilitas penyimpanan saat ini mencapai sekitar 8 ton, meskipun kondisi hasil tangkapan sangat bergantung pada musim.

Sementara pada periode Agustus, aktivitas tangkapan ikan disebut mengalami penurunan karena kondisi musim yang membuat hasil tangkapan nelayan tidak sebanyak biasanya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, fasilitas dan sarana yang diberikan pemerintah pusat juga mulai disalurkan kepada nelayan melalui koperasi.

Nurjahman menjelaskan, sejumlah bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelumnya telah diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih untuk kemudian dibagikan kepada nelayan yang menjadi anggota koperasi.

“Barang itu kemarin diserahkan dari KKP ke KDMP, lalu KDMP sekarang membagi kepada nelayan selaku anggota koperasi,” jelasnya.

Bantuan tersebut antara lain berupa perahu dan perlengkapan penangkapan ikan, termasuk jaring dan sejumlah sarana pendukung lainnya. Untuk bantuan perahu, disebutkan terdapat lima unit yang telah diterima dan selanjutnya dioperasionalkan oleh nelayan.

Nurjahman menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian tanpa mekanisme pengelolaan. Nelayan penerima bantuan tetap memiliki kontribusi kepada koperasi sebagai bagian dari sistem pengelolaan usaha bersama.

Skema yang diterapkan bukan sistem sewa seperti menyewa kepada pihak luar, melainkan menggunakan pola bagi hasil.

“Ini bentuk bantuan kepada masyarakat dan masyarakat juga harus ada kontribusi ke koperasi. Ada sistem bagi hasil,” katanya.

Dengan pola tersebut, pemerintah berharap fasilitas yang diberikan dapat terus berputar dan memberikan manfaat kepada lebih banyak nelayan, sekaligus memperkuat koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Nurjahman menambahkan, potensi ekonomi Kampung Nelayan Merah Putih masih akan terus dikembangkan. Pemerintah daerah juga mendorong agar pengelolaan hasil perikanan dilakukan secara lebih terorganisasi sehingga nilai ekonomi hasil tangkapan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi nelayan.

Saat ini, pemerintah masih terus melakukan pendampingan kepada nelayan dan koperasi agar seluruh fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Yang sudah menjadi program dan sudah diterima, tinggal kita mengoperasionalkan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....