Sekda Dompu Minta KNMP Dibangun Tepat Sasaran

  • 02 Sep 2026 12:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, meminta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu proyek strategis nasional dilakukan dengan perencanaan matang dan mengutamakan kemanfaatan langsung bagi masyarakat.

Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu, Khairul Insan, menegaskan setiap pembangunan KNMP harus memenuhi unsur kemudahan dan asas kemanfaatan, terutama bagi masyarakat nelayan sebagai penerima manfaat utama.

Menurutnya, Kabupaten Dompu harus menjadi contoh sekaligus daerah terdepan dalam pelaksanaan program tersebut, terlebih di tengah munculnya rumor mengenai pembangunan sejumlah proyek strategis nasional yang dinilai dilakukan tanpa perencanaan dan pengerjaan yang baik.

“Harus dibangun dengan perencanaan yang matang, memenuhi unsur kemudahan dan asas kemanfaatan langsung kepada masyarakat, khususnya nelayan,” katanya, Rabu, 2 September 2026.

Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan KNMP terbuka dalam menyampaikan setiap persoalan yang muncul di lapangan.

Setiap kendala, baik yang ditemukan pada tahap persiapan maupun saat pelaksanaan pembangunan, harus segera dikomunikasikan agar dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.

Hal tersebut dinilai penting agar pembangunan KNMP tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, pada 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI akan membangun sembilan titik KNMP di Kabupaten Dompu, sesuai dengan usulan pemerintah daerah sebelumnya.

Program strategis nasional tersebut memiliki total nilai proyek mencapai Rp27,8 miliar dan pembangunannya direncanakan mulai dilaksanakan pada September 2026.

Sembilan titik KNMP tersebut tersebar di sejumlah desa pesisir Kabupaten Dompu. Masing-masing berada di Desa Nangamiro dengan nilai Rp2,6 miliar, Desa Pekat Rp2,6 miliar, Desa Tolokalo Rp2,5 miliar, Desa Soro Rp2,7 miliar, Desa Malaju Rp7,2 miliar, Desa Karama Rp2,3 miliar, Desa Kawangko Rp2,4 miliar, Desa Jambu Rp2,7 miliar dan Desa Hu'u Rp2,8 miliar.

Dari sembilan lokasi tersebut, hanya Desa Malaju, Kecamatan Kilo, yang ditetapkan sebagai KNMP Hub. Lokasi ini akan mendapatkan fasilitas lebih lengkap, termasuk pembangunan pondasi yang dipersiapkan untuk cold storage atau gudang pendingin.

Sementara pembangunan cold storage dan pabrik es portabel akan dilakukan melalui skema tersendiri.

Adapun fasilitas di delapan titik KNMP lainnya secara umum memiliki konsep yang hampir serupa. Fasilitas tersebut antara lain pabrik es, sarana penyediaan air bersih, kios perbekalan, serta berbagai fasilitas pendukung aktivitas masyarakat nelayan.

Pembangunan sembilan titik KNMP tersebut mulai memasuki tahapan pelaksanaan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani pada awal Agustus 2026.

Pemerintah Kabupaten Dompu berharap pembangunan KNMP tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Karena itu, kualitas pembangunan, ketepatan sasaran dan kebermanfaatan bagi nelayan menjadi perhatian utama pemerintah daerah agar program strategis nasional tersebut benar-benar memberikan hasil yang dirasakan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....