Kasus Kebakaran Lahan di Lombok Timur Meningkat
- 06 Sep 2026 20:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Kasus kebakaran lahan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, saat ini cukup mengkhawatirkan. Minimnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran, terutama dalam mengelola api di tengah musim kemarau, menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Timur, Widayat, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api. Terlebih, musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga September.
“Musim kemarau membuat kondisi lahan sangat kering, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan api, sekecil apa pun sumbernya,” ujar Widayat. Minggu, 6 September 2026.
Hingga akhir Agustus, tercatat sebanyak 31 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Lombok Timur. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 18 kejadian.
Dikatakan Widayat, sebagian besar kebakaran terjadi pada lahan terbuka. Kondisi cuaca yang kering selama puncak musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
“Sebagian besar kejadian memang terjadi di lahan terbuka. Kondisi yang kering membuat api cepat merambat, apalagi kalau tidak segera ditangani,” jelasnya.
Dua penyebab utama kebakaran yang ditemukan di lapangan adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan serta pembakaran lahan yang tidak diawasi dengan baik. Banyak masyarakat yang sengaja membakar lahan, namun kemudian meninggalkan api begitu saja sehingga api dapat merambat ke area lain.
Widayat meminta masyarakat yang melakukan pembakaran lahan tidak meninggalkan api sebelum benar-benar padam. Pembakaran juga harus dilakukan secara terbatas dan pada area yang memang diperlukan.
“Kalau memang harus membakar lahan, jangan ditinggalkan begitu saja. Pastikan api benar-benar padam dan tetap dalam pengawasan sampai tidak ada lagi potensi merambat,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Timur telah mempersiapkan selang pemadam serta memperoleh tambahan anggaran untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Namun, Widayat menegaskan penambahan peralatan bukan menjadi solusi utama karena upaya pencegahan tetap membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian masyarakat.
“Peralatan memang terus kita siapkan untuk memperkuat pelayanan, tetapi yang paling utama tetap pencegahan. Kalau masyarakat lebih berhati-hati, risiko kebakaran tentu bisa ditekan,” katanya.
Widayat juga meminta masyarakat tidak mengambil cara instan dalam mengelola lahan, khususnya dengan menggunakan api tanpa memperhitungkan risiko. Ia berharap masyarakat semakin cerdas dan efisien dalam mengelola hal-hal yang berkaitan dengan api sehingga kebakaran dapat dicegah dan tidak meluas.
Widayat mengingatkan bahwa pada September tahun lalu jumlah kejadian kebakaran sempat melonjak hingga sekitar 30 kejadian. Karena itu, pihaknya berharap peningkatan frekuensi kebakaran tersebut tidak kembali terjadi tahun ini.
“Kami berharap kejadian kebakaran tidak kembali meningkat seperti tahun sebelumnya. Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama selama kondisi kemarau masih berlangsung,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....