Lombok Barat dan Lombok Timur Bangun Sinergi Hadapi Tekanan Inflasi
- 01 Okt 2026 09:45 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memperluas strategi penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas daerah.
- Kerja sama difokuskan pada distribusi komoditas, pemasaran hasil pertanian dan hortikultura antara Lombok Barat dan Lombok Timur.
- Inisiatif ini bertujuan mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui sinergi pengelolaan sumber daya pertanian lintas kabupaten.
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai memperluas strategi penguatan ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas daerah.
Langkah tersebut diwujudkan dengan membangun kerja sama bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya dalam distribusi komoditas, pemasaran hasil pertanian dan hortikultura, serta pengembangan potensi ekonomi daerah.
Kesepakatan antarpemerintah daerah itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama saat Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha melakukan kunjungan kerja ke Lombok Timur, Rabu 30 September 2026.
Dalam agenda tersebut, Nurul Adha hadir bersama Penjabat Sekretaris Daerah Lombok Barat, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan sekretariat daerah, serta jajaran teknis terkait.
Menurut Nurul Adha, persoalan inflasi tidak dapat ditangani hanya dengan kebijakan di satu wilayah. Ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi dan kemampuan daerah menjaga pasokan menjadi bagian penting yang harus diperkuat secara bersama.
"Lombok Barat masih memiliki tantangan dalam pengendalian inflasi dan sektor pertanian serta ketahanan pangan belum maksimal. Karena itu, melalui kerja sama ini kami ingin belajar langsung dari Lombok Timur," ujarnya.
Ia menilai Lombok Timur memiliki pengalaman dan potensi komoditas yang dapat menjadi referensi bagi Lombok Barat. Pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Nurul Adha juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang membuka ruang bagi penguatan kemitraan antardaerah.
"Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID, tetapi harus bisa diperluas ke berbagai sektor, termasuk pertukaran pengetahuan, pengembangan sumber daya dan pemenuhan kebutuhan pangan," katanya.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyatakan kesiapan daerahnya untuk memperkuat sinergi dengan Lombok Barat. Ia menyebut pertanian merupakan salah satu sektor penting yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat Lombok Timur.
Kekuatan tersebut terlihat dari beragam komoditas yang dihasilkan dan dipasarkan ke berbagai wilayah. Mulai dari sayuran, pangan strategis hingga kebutuhan daging menjadi bagian dari rantai pasok yang selama ini ditopang produksi daerah.
Cabai menjadi salah satu komoditas unggulan yang secara rutin dipasarkan ke luar daerah. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari kerja sama distribusi pangan antara Lombok Timur dan Lombok Barat.
Tak hanya pertanian, Lombok Timur juga memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Pemerintah daerah setempat turut mendorong inovasi produksi pertanian melalui pengembangan rumah kaca atau green house.
Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko kegagalan produksi akibat perubahan cuaca, termasuk curah hujan tinggi yang dapat mengganggu produktivitas sejumlah komoditas pertanian.
Haerul Warisin menegaskan, berbagai potensi tersebut terbuka untuk disinergikan dengan kebutuhan daerah lain, termasuk Lombok Barat.
"Lombok Timur siap membangun sinergi dan saling mendukung dalam pemenuhan kebutuhan komoditas pangan untuk Lombok Barat," ucapnya.
Kerja sama kedua kabupaten tersebut diharapkan mampu memperpendek sekaligus memperkuat rantai pasok pangan antardaerah. Dengan distribusi yang lebih terintegrasi, ketersediaan komoditas dapat dijaga dan gejolak harga di tingkat masyarakat dapat ditekan.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi bersama menghadapi tantangan inflasi di Nusa Tenggara Barat. Penguatan produksi lokal, akses distribusi dan pertukaran pengetahuan menjadi fondasi yang didorong melalui kemitraan tersebut.
Pemerintah Lombok Barat dan Lombok Timur berharap kerja sama ini berkembang menjadi pola kolaborasi berkelanjutan. Penguatan potensi masing-masing daerah diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama dan dukungan antardaerah agar kebutuhan masyarakat tetap terjaga," kata Nurul Adha mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....