Putri Victoria Lihat Langsung Cara NTB Jaga Stok Vaksin dengan Teknologi Digital

  • 06 Sep 2026 19:00 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Putri Mahkota Swedia Victoria melihat langsung penggunaan sistem digital SMILE untuk memantau stok dan keamanan vaksin di Puskesmas Pemenang, Lombok Utara.
  • Sistem ini dinilai mampu mencegah pemborosan vaksin sekaligus membuat pengelolaan logistik kesehatan lebih efisien.

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree melihat langsung penerapan digitalisasi layanan kesehatan di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Sabtu, 5 September 2026. Duta Kehormatan UNDP itu meninjau penggunaan Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik (SMILE) yang digunakan untuk memantau stok vaksin dan obat secara real-time.

Kunjungan tersebut didampingi Wakil Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Febrian Alphyanto Ruddyard dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Di ruang logistik, Victoria melihat tenaga kesehatan memperagakan cara memantau persediaan vaksin melalui gawai dan dashboard digital.

Petugas Puskesmas Pemenang, Sarah, kemudian menunjukkan penyimpanan vaksin yang telah tercatat dalam sistem SMILE. "Vaksin ini sudah tercatat di SMILE dari nomor batch, quantity, dan tanggal kedaluwarsanya," jelas Sarah.

Sistem tersebut juga terhubung dengan sensor suhu atau data logger hibah UNDP untuk memastikan kondisi penyimpanan vaksin tetap aman.

SMILE dikembangkan Kementerian Kesehatan RI bersama UNDP dengan dukungan Pemerintah Indonesia. Sistem ini membantu memantau rantai dingin (cold chain), stok, hingga distribusi vaksin dan obat.

Penggunaannya tidak hanya untuk vaksin rutin dan COVID-19. Sistem tersebut juga mendukung pengelolaan logistik program HIV, hepatitis, hingga malaria.

Di NTB, sebanyak 176 puskesmas di 10 kabupaten/kota telah menggunakan SMILE dan IoT data logger.

Sarah mengatakan sistem tersebut membantu puskesmas memastikan stok tetap tersedia sekaligus mengurangi risiko vaksin rusak atau terbuang.

"Aplikasi ini sangat penting. Dengan adanya SMILE kita bisa menjaga ketersediaan vaksin, meminimalisir risiko kerusakan, mendistribusikan secara efektif, dan menjamin keamanan vaksin kepada pasien," ujarnya.

Victoria mengapresiasi penerapan sistem digital tersebut. Menurutnya, pengadaan logistik kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

"Jika kebutuhan lapangan besar, pengadaan bisa dilakukan sesuai skala. Melalui sistem ini, penjangkauan masyarakat lebih efektif dan risiko pembuangan vaksin berkurang," kata Victoria.

Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella mengatakan efisiensi pengelolaan logistik juga berpotensi menghemat anggaran kesehatan.

"Sistem ini terbukti efektif, sehingga anggaran yang dihemat bisa dialokasikan untuk program kesehatan lain," ujarnya.

Wamen PPN Febrian Alphyanto Ruddyard menilai penerapan sistem di NTB layak menjadi contoh bagi daerah lain. "Langkah efisiensi seperti ini penting diterapkan dari satu puskesmas ke puskesmas lainnya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....