Putri Mahkota Swedia Victoria Puji Kacang Mete dan Minuman Serai NTB
- 05 Sep 2026 16:23 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Putri Mahkota Swedia Victoria memuji kacang mete panggang dan minuman serai NTB saat mengunjungi Bale Kita.
- Ia juga mengapresiasi keragaman tenun, kriya, dan produk lokal NTB yang dinilai berpotensi dikenal di pasar internasional.
RRI.CO.ID, Mataram - Putri Mahkota Swedia, Victoria, tak hanya terpikat dengan tenun dan kerajinan Nusa Tenggara Barat. Saat mengunjungi Bale Kita pada Sabtu, 5 September 2026, Victoria juga mencicipi sejumlah produk pangan lokal yang disuguhkan untuknya.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, mengatakan Victoria memberikan respons positif terhadap kacang mete panggang yang disajikan. Produk tersebut sengaja disiapkan dalam varian tanpa garam.
“Beliau mengapresiasi sekali mete kita tadi yang roasted, yang non-salted,” kata Sinta seusai mendampingi kunjungan Victoria di Bale Kita.
Menurut Sinta, pilihan kacang mete tanpa garam juga menyesuaikan dengan pembatasan makanan yang dimiliki Victoria. Selain kacang mete, minuman berbahan serai atau lemongrass menjadi salah satu produk yang paling menarik perhatiannya.
Sinta mengatakan Victoria bahkan kembali memuji minuman tersebut ketika hendak meninggalkan lokasi. “Sampai tadi masuk di mobil dia bilang, ‘lemongrass is really, really good’,” ujar Sinta.
Kunjungan Victoria ke Bale Kita merupakan bagian dari agenda kunjungannya di NTB. Sebelum tiba di lokasi, Victoria telah mencicipi sejumlah kudapan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Sinta mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti produk apa yang paling disukai Victoria saat berada di bandara karena tidak ikut dalam agenda tersebut. Namun, saat berada di Bale Kita, sejumlah produk pangan dan minuman khas NTB kembali diperkenalkan.
Bagi Sinta, respons Victoria menunjukkan bahwa produk lokal NTB memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas, tidak hanya melalui kerajinan tetapi juga melalui produk pangan dan gastronomi.
“Harapannya, dari sini teman-teman para perajin kita semakin mau menginovasi dan semakin memperluas hasil kerajinan mereka,” kata Sinta.
Ia menilai kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi NTB untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada tamu internasional. Tidak hanya dari sisi motif dan warna tenun, tetapi juga kreativitas dalam mengolah berbagai produk menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah.
Kunjungan Victoria juga melibatkan pihak United Nations Development Programme atau UNDP. Menurut Sinta, komunikasi dengan pihak UNDP akan dilanjutkan untuk mengetahui produk-produk yang menarik perhatian Victoria selama kunjungan.
Sinta berharap momentum tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi produk kreatif NTB untuk semakin dikenal di pasar internasional.
“NTB ini sangat beruntung memiliki craft yang sangat baik dan sudah terbina dengan sangat baik,” ujar Sinta menirukan penilaian Victoria.
Selain pangan, Victoria sebelumnya juga melihat beragam produk tenun dan kriya NTB. Ia disebut kagum dengan perpaduan warna, motif, bentuk, hingga kombinasi material, termasuk kerajinan yang memadukan kulit mutiara Lombok dengan ketak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....