Strategi Museum NTB Pertahankan Tren Kunjungan Meningkat

  • 05 Sep 2026 11:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mencari cara agar peningkatan jumlah kunjungan tidak berhenti sebagai capaian sesaat. Berbagai kegiatan disiapkan dengan menyasar kelompok usia berbeda, mulai dari anak-anak hingga generasi muda.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengatakan strategi tersebut disusun berdasarkan pemetaan terhadap karakteristik pengunjung. Dari data yang dimiliki museum, kelompok anak-anak, khususnya jenjang TK, SD dan SMP, menjadi segmen dengan jumlah kunjungan cukup tinggi.

Sementara itu, kunjungan dari mahasiswa masih tergolong rendah dibandingkan kelompok usia lainnya. Adapun segmen SMA dinilai sudah cukup banyak, meski masih berada di bawah jumlah kunjungan kelompok anak-anak.

"Kita melihat segmen umur berdasarkan data-data yang kita miliki. Ternyata segmen umur yang banyak itu anak TK, anak SD dan anak SMP. Tiga segmen umur ini yang banyak, sementara yang kurang itu mahasiswa," ungkapnya, Sabtu 5 September 2026.

Pemetaan tersebut kemudian disusun ke dalam program yang disesuaikan dengan karakter masing-masing kelompok.

Untuk anak TK, museum menghadirkan kegiatan menggambar dan mewarnai. Sementara siswa SD diarahkan mengikuti kegiatan seperti lomba bertema arkeologi.

Bagi siswa SMP, museum juga menyiapkan kegiatan yang berkaitan dengan kreativitas. Menurut Ahmad, pendekatan berdasarkan kelompok usia tersebut penting agar museum tidak hanya menjadi tempat melihat koleksi, tetapi juga menjadi ruang belajar dan aktivitas yang menarik bagi pengunjung.

"Untuk anak TK kita menggambar dan mewarnai. Untuk anak SD ada lomba-lomba arkeologis, kemudian untuk anak SMP ada kegiatan kreasi," ujarnya.

Selain menghadirkan kegiatan, Museum Negeri NTB memberikan apresiasi kepada sekolah yang menjadikan museum sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran. Penghargaan tersebut dikemas melalui Museum Award yang diberikan dalam kegiatan Museum Begawe V. 3.

Penghargaan diberikan kepada sekolah dengan kegiatan outing kelas terbaik pada berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren. Apresiasi tersebut diharapkan mendorong semakin banyak lembaga pendidikan menjadikan museum sebagai salah satu tujuan kegiatan belajar di luar kelas.

Menurut Nuralam, penghargaan tersebut ternyata turut menarik minat sekolah untuk berkunjung. Sekolah yang menjadikan museum sebagai tempat belajar tidak hanya memperoleh pengalaman edukatif, tetapi juga memiliki kesempatan mendapatkan apresiasi.

Museum juga memperluas pendekatan kepada generasi muda melalui kegiatan yang bersifat rekreatif. Salah satunya melalui kegiatan fun run lima kilometer yang digelar dalam rangkaian Museum Begawe Vol. 3.

"Untuk anak muda kita buat fun run. Itu menjadi cara-cara kita untuk mempertahankan pengunjung," jelasnya.

Strategi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendatangkan pengunjung baru, tetapi juga membangun hubungan agar mereka memiliki alasan untuk kembali. Ahmad menyebut pengunjung diharapkan dapat menjadi semacam advokat bagi museum dengan mengajak keluarga, teman maupun orang lain untuk berkunjung.

Pola kunjungan berulang bahkan mulai terlihat. Ia mencontohkan ada orang tua yang kembali datang setelah sebelumnya mengajak anaknya ke museum karena ingin melihat kembali koleksi yang ada.

"Dia tidak hanya datang, tetapi juga mengajak orang, mengajak temannya, mengajak keluarganya datang kembali lagi. Kita sudah menemukan itu," ujarnya.

Di sisi promosi, Museum Negeri NTB juga terus menyosialisasikan program melalui media massa. Ahmad menilai publikasi yang dilakukan secara masif membantu memperkenalkan keberadaan dan berbagai kegiatan museum kepada masyarakat NTB.

Ia mengakui museum sebelumnya masih terasa asing bagi sebagian masyarakat. Namun, semakin gencarnya publikasi membuat masyarakat mulai mengetahui keberadaan Museum Negeri NTB dan tertarik untuk datang.

Dari sisi pelayanan, pembenahan juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas serta perbaikan infrastruktur dan layanan museum. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mempertahankan pengunjung setelah mereka datang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....