Gubernur NTB Minta Ruang Kelas Rawan Segera Dilaporkan
- 01 Sep 2026 15:58 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta sekolah proaktif mengecek dan melaporkan ruang kelas yang berpotensi membahayakan siswa.
- Gubernur NTB juga mendorong penguatan life skill, literasi finansial, serta gerakan pengurangan plastik di lingkungan sekolah.
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal meminta sekolah proaktif mengidentifikasi dan melaporkan ruang kelas yang berpotensi membahayakan siswa. Arahan itu disampaikan saat meninjau progres revitalisasi bangunan di SMA Negeri 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, 1 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Iqbal meninjau proyek pengembalian fungsi dan kelayakan ruang belajar senilai Rp794,2 juta. Ia meminta kepala sekolah dan guru tidak menunggu kerusakan menjadi parah untuk mengambil tindakan.
“Tolong dilihat juga mana tahu ada kelas yang berisiko dan rawan untuk segera dilaporkan. Saya minta tolong ke Kepsek dan guru-guru untuk dilihat betul mana yang perlu perbaikan mendesak,” kata Iqbal.
Menurut dia, kelayakan bangunan sekolah merupakan bagian penting dalam menjamin proses belajar yang aman. Karena itu, pemantauan kondisi infrastruktur harus dilakukan secara berkala.
Selain persoalan bangunan, Iqbal meminta SMA Negeri 1 Lingsar memperkuat pendidikan keterampilan hidup atau life skill dan literasi finansial. Pelajar, kata dia, perlu dibekali kemampuan praktis agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha setelah lulus.
“Berikan pelatihan lifeskill agar ketika mereka lulus memiliki modal di dunia kerja. Finansial literasi bagaimana cara mencari dan mengelola pinjaman. Kalau mereka mulai bisnis di saat sekolah lebih baik,” ujarnya.
Iqbal juga mendorong SMA Negeri 1 Lingsar menjadi bagian dari gerakan pengurangan sampah plastik. Ia meminta sekolah mendeklarasikan gerakan Zero Plastic Bottle dengan menghentikan penggunaan botol plastik sekali pakai.
Sebagai gantinya, sekolah diminta menyediakan titik air galon sehingga siswa terbiasa membawa tumbler dari rumah.
Selain mengurangi sampah, Iqbal mengarahkan sekolah menanam berbagai jenis pohon buah khas lokal. Langkah itu dinilai dapat menjadi bagian dari edukasi lingkungan sekaligus upaya konservasi tanaman lokal.
Plt Kepala SMAN 1 Lingsar Efendi Agung mengatakan sekolah siap menindaklanjuti arahan tersebut. Untuk aspek keselamatan bangunan, sekolah akan melakukan mitigasi dan memindahkan kegiatan belajar apabila ditemukan bagian gedung yang berisiko, termasuk atap yang dinilai membahayakan.
Sementara untuk penguatan life skill, Efendi mengatakan sekolah telah memiliki praktik budi daya perikanan yang melibatkan siswa. Fasilitas tersebut turut ditinjau Gubernur Iqbal dalam kunjungan tersebut.
“Tadi Pak Gubernur bilang life skill. Jadi anak-anak itu diajarkan untuk life skill. Di belakang itu kita ada perikanan,” kata Efendi.
Efendi berharap dukungan pemerintah provinsi terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan terus dipercepat, mulai dari bangunan sekolah, media pembelajaran, hingga fasilitas seperti smart TV.
Dalam kunjungan itu, Gubernur Iqbal didampingi Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Wijaya Kusuma dan Kepala Dinas Dikpora NTB Syamsul Hadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....