Kemenag NTB Perkuat Toleransi Lintas Agama di Mandalika
- 31 Agt 2026 20:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tegah - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong penguatan toleransi antarumat beragama melalui pengembangan fasilitas peribadatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi antara pemerintah daerah, tokoh lintas agama, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Jumat 22 Agustus 2026.
Pembimas Katolik Kanwil Kemenag NTB turut hadir dalam forum yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor ITDC-KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut tersebut. Pertemuan menjadi ruang bersama untuk membahas kebutuhan rumah ibadah sekaligus pengembangan wisata religi yang dapat diakses masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Kehadiran Pembimas Katolik bersama Bupati Lombok Tengah, Sekda, MUI, FKUB, serta tokoh agama lainnya menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun lingkungan pariwisata yang menghormati keberagaman.
Dalam forum tersebut, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag NTB menyampaikan aspirasi agar fasilitas peribadatan di kawasan Mandalika tidak sekadar tersedia, tetapi juga dibangun secara nyaman, representatif, dan mudah dijangkau oleh umat.
Kemenag NTB memandang keberadaan fasilitas ibadah sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus bentuk kehadiran negara dalam memberikan ruang bagi setiap umat untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
Rencana pembangunan kompleks rumah ibadah juga mendapat dukungan dari ITDC. General Manager ITDC Mandalika, I Made Pari Wijaya, menyatakan perusahaan siap mendukung pendirian rumah ibadah masing-masing agama dan menyiapkan lahan di sekitar kawasan yang dikelola ITDC.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah ibadah bersama tidak lagi menjadi persoalan karena telah mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat.
Dukungan serupa disampaikan MUI dan FKUB Lombok Tengah. Para tokoh agama berharap rencana pembangunan dapat segera diwujudkan sehingga kebutuhan umat sekaligus penguatan kerukunan dapat berjalan beriringan.
Selain menjadi fasilitas bagi umat, kompleks rumah ibadah tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata religi di Mandalika. Kehadiran berbagai rumah ibadah dalam satu kawasan dapat memperlihatkan wajah pariwisata NTB yang terbuka, inklusif, dan menghargai keberagaman.
Kolaborasi pemerintah, ITDC, Kementerian Agama, dan tokoh lintas agama menjadi modal penting untuk mewujudkan rencana tersebut. Jika terealisasi, kompleks rumah ibadah di Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas peribadatan, tetapi juga menjadi ruang yang memperkuat pesan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Pengembangan Mandalika dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus menghadirkan nilai sosial yang lebih luas bagi masyarakat NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....