Personel dan Anggaran Terbatas, Damkar KLU Akui Pelayanan Belum Ideal
- 31 Agt 2026 14:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lombok Utara masih menghadapi persoalan keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran untuk memenuhi standar pelayanan pemadam kebakaran.
Sekretaris Damkar Lombok Utara, Erwin Rahadi, mengatakan jumlah personel yang tersedia saat ini sekitar 100 orang dan tersebar di sejumlah pos pelayanan.
Namun, jumlah tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan ideal sebagaimana Standar Pelayanan Minimal (SPM) pemadam kebakaran.
“Personel kami sekitar 100 orang yang tersebar di sejumlah pos pelayanan. Namun jika mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM), kondisi saat ini masih belum ideal,” ujar Erwin, Minggu 30 Agustus 2026.
Salah satu persoalan yang dihadapi adalah jumlah petugas dalam setiap regu. Menurut Erwin, idealnya satu armada pemadam dioperasikan oleh enam petugas dalam satu regu.
Sementara kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar regu saat ini hanya beranggotakan sekitar lima orang.
“Kalau mengacu standar, satu armada itu harus enam orang. Yang kita punya saat ini rata-rata lima orang per regu,” katanya.
Keterbatasan tersebut membuat Damkar harus mengoptimalkan personel yang ada agar pelayanan tetap berjalan, terutama dalam situasi ketika terjadi lebih dari satu kejadian dalam waktu berdekatan.
Di sisi lain, kemampuan Damkar untuk memperkuat pelayanan juga dipengaruhi kondisi anggaran.
Erwin menyebut anggaran Damkar Lombok Utara tahun ini berada di kisaran Rp5,4 miliar. Namun, sebagian besar anggaran tersebut terserap untuk kebutuhan operasional.
Salah satu komponen belanja yang cukup besar adalah kebutuhan piket petugas yang mencapai sekitar Rp400 juta untuk periode enam bulan.
Kondisi tersebut membuat ruang fiskal untuk memperkuat program pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat masih terbatas.
Erwin mengatakan bidang pencegahan belum memiliki anggaran khusus untuk kegiatan sosialisasi. Kendati demikian, petugas tetap berupaya turun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Petugas juga telah menyusun peta potensi kebakaran sebagai salah satu dasar untuk menentukan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
“Kami tetap turun ke desa-desa, bertemu kepala dusun dan masyarakat untuk memberikan sosialisasi. Kami sudah memiliki peta potensi kebakaran sehingga wilayah rawan bisa diprioritaskan,” ujarnya.
Menurut Erwin, upaya pencegahan sebenarnya menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran. Edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mendorong masyarakat melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran.
Damkar Lombok Utara berharap dukungan anggaran pada tahun-tahun berikutnya dapat ditingkatkan. Penambahan dukungan tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk operasional, tetapi juga peningkatan jumlah personel, sarana prasarana, armada, serta program pencegahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....