Kebakaran Bukit Loco Senggigi Padam, Damkar Ungkap Kondisi Terkini Kini

  • 30 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat– Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan perbukitan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kobaran api dilaporkan muncul di kawasan Bukit Loco pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga setelah rekaman kebakaran beredar melalui media sosial. Api terlihat membakar kawasan perbukitan yang berada di sekitar area atas Palm Raja Senggigi dan Green Valley Senggigi.

Informasi awal yang beredar menyebutkan kebakaran terjadi di Bukit Loco, Senggigi. Warga yang melihat kobaran api kemudian melaporkan kejadian tersebut, sementara petugas pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat, Dedy Aswandi, memastikan kondisi lokasi kini telah kembali aman dan kondusif.

“Dari laporan yang kami terima, kondisi terkini lokasi kebakaran yang berada di wilayah Senggigi sudah dalam keadaan kondusif dan aman. Artinya, seluruh titik api sudah dipastikan padam,” ujarnya, Minggu 30 Agustus 2026.

Menurut Dedy, petugas juga telah melakukan pemeriksaan setelah proses pemadaman untuk memastikan tidak ada lagi api yang tersisa di kawasan perbukitan tersebut.

“Sampai saat ini, titik api pasca pemadaman kebakaran di bukit Senggigi tidak ditemukan lagi,” katanya.

Dalam operasi pemadaman, Damkar Lombok Barat mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit kendaraan suplai air ke lokasi kejadian.

Sebanyak kurang lebih 12 personel diterjunkan untuk mengendalikan api. Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari masyarakat yang berada di sekitar kawasan Bukit Loco.

“Dengan kesigapan anggota yang dibantu masyarakat, kami mengarahkan dua unit mobil pemadaman dan satu unit mobil suplai air ke lokasi. Api dapat kami padamkan,” katanya menegaskan.

Kebakaran tersebut diperkirakan melanda area lahan seluas sekitar satu hektare. Beruntung, api tidak meluas hingga mencapai kawasan permukiman warga maupun tempat usaha di sekitar Senggigi.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Kami memastikan tidak ada korban jiwa. Api juga tidak sampai merembet ke area pemukiman warga ataupun tempat usaha,” ucapnya.

Hingga saat ini, penyebab munculnya api di kawasan Bukit Loco masih belum diketahui. Berdasarkan keterangan warga sekitar yang dihimpun petugas, kobaran api terlihat secara tiba-tiba muncul dari kawasan perbukitan.

“Ketika kami menanyakan kepada masyarakat sekitar, mereka menjawab tiba-tiba melihat kobaran api di area perbukitan. Untuk penyebab kebakarannya sampai sekarang masih belum diketahui,” katanya.

Peristiwa kebakaran di kawasan Senggigi tersebut menjadi perhatian serius Damkar Lombok Barat. Pasalnya, kawasan perbukitan yang kering berpotensi membuat api lebih cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

Dedy mengatakan pihaknya kini meningkatkan kesiapan personel dan armada dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama pada wilayah-wilayah yang dinilai rawan.

Sebagai langkah antisipasi, Damkar Lombok Barat meningkatkan kesiagaan hingga level siaga satu. Seluruh anggota, baik yang sedang bertugas maupun yang tidak sedang piket, diminta tetap siap menerima informasi apabila terjadi keadaan darurat.

“Semua anggota kami minta tetap siap dan tidak mematikan telepon genggam, baik yang piket maupun yang lepas piket. Kami juga melakukan apel kesiagaan pada malam hari,” ujarnya.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan internal, Damkar Lombok Barat juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

Petugas dijadwalkan mengintensifkan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran ke desa-desa dengan target minimal dua desa dalam sehari.

“Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya kebakaran kepada masyarakat,” katanya.

Damkar juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah secara sembarangan maupun membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.

Imbauan tersebut turut disebarluaskan melalui media sosial resmi Dinas Pemadam Kebakaran serta akun media sosial para personel agar pesan pencegahan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Selain itu, Damkar Lombok Barat juga mengoptimalkan peran relawan pemadam kebakaran yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan penanganan kebakaran pada tahap awal.

Para relawan tersebut tergabung dalam forum relawan Damkar yang telah dibentuk di Lombok Barat dan diharapkan dapat membantu memberikan respons awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Pihak Damkar juga meminta para camat, kepala desa, dan lurah untuk terus mengingatkan masyarakat di wilayah masing-masing mengenai bahaya kebakaran.

“Pencegahan harus dilakukan bersama-sama. Kami mengimbau seluruh pemerintah wilayah hingga masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....