ITDC Koordinasikan Bantuan 32 BUMN untuk Warga Terdampak Kebakaran Sade

  • 30 Agt 2026 15:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Penanganan warga terdampak kebakaran Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, memasuki tahap penguatan dukungan lintas lembaga.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC ditunjuk sebagai koordinator penyaluran bantuan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan ekosistem The Mandalika untuk memastikan kebutuhan warga selama masa tanggap darurat dapat terpenuhi.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan pihaknya saat ini mengoordinasikan dukungan dari 32 BUMN yang beroperasi di NTB serta berbagai pihak lainnya.

Menurut Troy, langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang masuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Sejak malam kejadian, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak,” kata Troy belum lama ini.

Sejak kebakaran terjadi pada Sabtu (22/8) malam, ITDC telah mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga mobil tangki untuk membantu proses pemadaman.

Dukungan kemudian berlanjut dengan penyaluran kebutuhan dasar. Pada Minggu, 23 Agustus 2026, ITDC menyalurkan 700 paket makanan siap konsumsi, air mineral, alas tidur, serta kebutuhan bayi.

Sehari berikutnya, bantuan kembali diberikan berupa 45 kasur lipat berbagai ukuran, 50 selimut, 240 paket kebutuhan sanitasi menstruasi, dan 240 popok bayi.

Bantuan juga mulai berdatangan dari sejumlah BUMN. PLN menyalurkan 150 paket sembako dan kebutuhan dasar. BTN memberikan kasur lipat, selimut, karpet tidur, air mineral, bahan pangan, dan perlengkapan ibadah. Sementara BRI menyalurkan bahan pangan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, serta kebutuhan lainnya.

Dukungan turut datang dari ekosistem The Mandalika. Komunitas Bazaar Mandalika telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai, pangan, pakaian, kebutuhan bayi, dan perlengkapan kebersihan.

Salah satu investor di The Mandalika, Sapo Development, juga berkomitmen memberikan bantuan senilai Rp2 miliar untuk mendukung masyarakat Kampung Adat Sasak Sade.

Troy mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut bergerak membantu warga terdampak.

Ia menilai keterlibatan BUMN, investor, komunitas, tenant, dan masyarakat menunjukkan adanya kolaborasi dalam penanganan bencana di kawasan sekitar The Mandalika.

Sementara itu, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada 75 unit rumah. Sejumlah fasilitas masyarakat dan pariwisata juga terdampak, antara lain satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, serta gerbang Desa Adat Sade.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan posko tanggap darurat di Koperasi Desa Merah Putih Desa Rembitan. Dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

ITDC memastikan koordinasi bantuan akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah, BPBD, BUMN, dan berbagai pihak lainnya dengan menyesuaikan kebutuhan warga yang terus berkembang.

“Prioritas kita saat ini adalah masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat dan menjadi bagian dari semangat bersama untuk mendampingi masyarakat melalui proses pemulihan,” ujar Troy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....