Krisis Air Bersih Mengintai Desa Wisata Lobar, BPBD Siaga Salurkan Bantuan

  • 08 Sep 2026 19:59 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memperkuat antisipasi terhadap potensi krisis air bersih di kawasan wisata wilayah perbukitan.
  • Langkah percepatan distribusi air bersih ditujukan ke permukiman warga yang mengalami kekeringan, terutama di Kecamatan Batu Layar dan Senggigi.
  • Program ini merupakan respons proaktif pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan mendukung sektor pariwisata di wilayah Lombok Barat.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih di sejumlah kawasan wisata yang berada di wilayah perbukitan.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempercepat distribusi air bersih ke permukiman warga yang berada di kawasan wisata dan mengalami kekeringan, terutama di wilayah Kecamatan Batu Layar dan Senggigi.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di wilayah atas.

Menurutnya, sejumlah dusun di kawasan wisata tidak luput dari dampak kekeringan. BPBD pun menyiapkan respons cepat ketika menerima permintaan distribusi air dari pemerintah desa maupun kecamatan.

"Untuk wilayah wisata seperti Batu Layar dan Senggigi memang ada dusun-dusun di atas yang mengalami kekeringan," ujar Ton, Selasa 8 September 2026.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih juga menyasar kawasan desa wisata. Berdasarkan pemantauan BPBD, terdapat dua desa wisata yang mendapat perhatian khusus karena berada di wilayah yang membutuhkan suplai air.

Salah satunya berada di kawasan Penangga, Kecamatan Batu Layar, termasuk wilayah yang dikenal dengan kawasan wisata Bukit Taman Langit.

"Kalau ada permintaan dari kepala desa maupun kecamatan, kita langsung respons cepat untuk suplai air bersih," katanya menegaskan.

Toni menyebut medan menuju sejumlah permukiman menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Lokasi dusun yang berada di kawasan lebih tinggi membuat kendaraan distribusi harus melalui jalur menanjak untuk menjangkau warga.

Meski demikian, kondisi medan tersebut sejauh ini tidak menjadi hambatan berarti bagi proses penyaluran.

"Kendalanya tidak ada, hanya medannya saja karena memang jalurnya menuju dusun-dusun di Batu Layar maupun Senggigi berada di atas," ucapnya.

Untuk wilayah Batu Layar, volume air yang telah disalurkan BPBD mencapai hampir puluhan ribu liter. Distribusi dilakukan secara berkala menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan permintaan dari wilayah terdampak.

Bantuan air bersih juga mendapat dukungan dari unsur kepolisian. Toni menyebut jajaran Polda NTB dan Polres Lombok Barat pernah turut melakukan penyaluran hingga ke wilayah permukiman di kawasan Penangga.

"Polisi juga pernah naik untuk menyalurkan air. Bahkan Ibu Kapolres Lombok Barat waktu itu ikut naik ke Penangga maupun Batu Layar," katanya.

Wilayah yang menjadi sasaran distribusi di antaranya Penangga Timur dan Penangga Selatan. Kondisi wilayah yang berada di kawasan lebih tinggi membuat kebutuhan air bersih harus mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Dalam kondisi normal, BPBD Lombok Barat menjadwalkan distribusi air bersih ke kawasan desa wisata sekitar dua kali dalam sepekan.

"Rata-rata dua kali seminggu untuk desa wisata. Kalau kondisi normal, penyalurannya dua kali," ujar Toni.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan. Terlebih, Batu Layar dan Senggigi merupakan kawasan yang memiliki aktivitas pariwisata cukup tinggi sehingga ketersediaan air menjadi kebutuhan penting, bukan hanya bagi warga tetapi juga bagi keberlangsungan aktivitas wisata.

BPBD Lombok Barat memastikan permintaan bantuan air bersih dari wilayah terdampak akan terus direspons sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

"Yang terpenting setiap ada permintaan dari wilayah yang membutuhkan, kita respons dan kita salurkan sesuai kebutuhan," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....