Wagub NTB Dorong Pelajar Bijak Kelola Keuangan di Era Digital

  • 29 Agt 2026 20:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kemudahan transaksi di era digital membuat kemampuan mengelola keuangan semakin penting dikenalkan kepada anak dan remaja sejak bangku sekolah. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, meminta edukasi keuangan kepada pelajar tidak hanya berhenti pada kebiasaan menabung, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap berbagai risiko di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Indah saat menghadiri puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Gelanggang Pemuda Mataram, Kota Mataram, Jumat 28 Agustus 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Pelajar Cerdas Keuangan untuk Masa Depan Gemilang” itu diikuti sekitar 1.500 pelajar dan guru pendamping dari 10 satuan pendidikan.

Menurut Indah, membangun kebiasaan menyisihkan uang sejak usia sekolah dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus melatih kemandirian finansial. Namun, perkembangan layanan keuangan digital membuat pendampingan terhadap generasi muda perlu semakin diperkuat.

“Di era digital, edukasi dan pendampingan kepada anak dan remaja menjadi semakin penting agar mereka mampu mengelola keuangan dengan bertanggungjawab dan bijak, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital,” ujar Indah.

Pesan tersebut sejalan dengan penguatan program literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB bersama pemerintah daerah, sekolah, madrasah, dan industri jasa keuangan.

Melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Hari Indonesia Menabung, pelajar tidak hanya diperkenalkan pada produk simpanan, tetapi juga didorong memahami pentingnya mengatur pemasukan dan pengeluaran secara bertanggung jawab.

Sepanjang rangkaian HIM 2026 di NTB, sebanyak 12.068 rekening simpanan pelajar baru berhasil dibuka. Dengan penambahan tersebut, jumlah rekening pelajar di NTB mencapai 1.425.411 rekening dengan total simpanan Rp304,3 miliar.

Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, juga mengajak pelajar membangun kebiasaan finansial dari hal sederhana, yakni menyisihkan sebagian uang yang diterima serta mampu membedakan kebutuhan dan keinginan.

“Kalau sejak sekolah kalian sudah terbiasa menyisihkan uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta merencanakan penggunaan uang, insyaallah ketika dewasa nanti kalian akan lebih siap mengambil keputusan keuangan dengan baik,” kata Rudi.

Puncak HIM 2026 juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mendapatkan pengetahuan keuangan melalui Kompetisi Cerdas Keuangan dan pengenalan berbagai produk jasa keuangan. Kegiatan tersebut dirancang agar edukasi keuangan disampaikan melalui aktivitas yang lebih dekat dengan dunia pelajar.

Penguatan literasi keuangan sejak usia sekolah diharapkan membuat generasi muda tidak hanya memiliki kebiasaan menabung, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial dengan lebih hati-hati. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital.

Pemerintah daerah bersama OJK dan industri jasa keuangan akan terus mendorong kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki kecakapan finansial. Bekal tersebut diharapkan turut mendukung terbentuknya generasi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....