Optimalisasi SPAM Semongkat Capai 40 Persen
- 28 Agt 2026 13:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Pemerintah Kabupaten Sumbawa, memperoleh empat paket proyek pembangunan dan optimalisasi sarana prasarana air minum dengan total pagu anggaran sekitar Rp48,1 miliar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2026.
Sejumlah proyek tersebut kini memasuki tahap pelaksanaan. Salah satu pekerjaan utama, yakni Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat, mencatat progres fisik sekitar 40 persen. Sementara itu, pekerjaan pembenahan jaringan distribusi sepanjang enam kilometer telah rampung seluruhnya.
Direktur Utama Perumdam Batulanteh Sumbawa, H. Abdul Hakim, S.E, mengatakan seluruh paket proyek berjalan sesuai tahapan pekerjaan yang telah ditetapkan.
"Pada tahun ini Sumbawa mendapatkan empat paket proyek strategis untuk pembangunan, penataan, dan pembenahan sarana prasarana serta fasilitas penunjang air minum dari pemerintah pusat," ujar Abdul Hakim, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurut Abdul Hakim, pemerintah daerah mendapatkan dukungan anggaran tersebut setelah melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat. Pemkab Sumbawa berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Balai Pelaksanaan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Empat paket proyek itu mencakup Optimalisasi SPAM Semongkat, pembangunan jaringan distribusi utama di jalan akses Bendungan Beringin Sila Utan, Optimalisasi SPAM Marente, serta Optimalisasi Intake dan jaringan pipa transmisi Semongkat.
Paket Optimalisasi SPAM Semongkat mendapat alokasi anggaran Rp19,3 miliar dari APBN 2026 melalui Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan BPBPK NTB. Proyek tersebut mencakup rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kantor Pusat Perumdam Batulanteh, Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, pembangunan sejumlah bangunan pendukung, serta penggantian pipa jaringan distribusi.
Pekerjaan penggantian pipa mencakup jalur sepanjang enam kilometer. Kontraktor membenahi jaringan sepanjang 2,5 kilometer di wilayah PPN Bukit Permai dan jaringan sepanjang 3,5 kilometer dari Moyo Hilir menuju Moyo Utara.
Perumdam Batulanteh menunjuk PT Duta Abadi sebagai pelaksana pekerjaan fisik. Kontrak proyek berlangsung selama 225 hari, mulai Mei hingga Desember 2026.
"Progres fisik saat ini sudah mencapai sekitar 40 persen. Untuk pembenahan jaringan distribusi sepanjang enam kilometer sudah tuntas 100 persen," kata Abdul Hakim.
| Baca juga: Realisasi PAD Kota Bima Tumbuh 17 Persen |
Setelah menyelesaikan jaringan distribusi, kontraktor kini memusatkan pekerjaan pada pembenahan IPA. Pekerja menggenjot penyelesaian IPA pertama dan menargetkan pekerjaan tersebut rampung pada September 2026.
Setelah itu, kontraktor melanjutkan pembenahan pada dua IPA lainnya. Perumdam Batulanteh menargetkan seluruh pekerjaan dalam paket Optimalisasi SPAM Semongkat selesai pada Desember 2026.
"Kontraktor pelaksana tengah menggenjot pekerjaan pembenahan fisik untuk IPA pertama dan optimistis dapat menuntaskannya September mendatang. Setelah itu, pekerjaan berlanjut pada dua IPA lainnya dengan target selesai Desember," ujarnya.
Paket kedua berupa pembangunan jaringan distribusi utama di jalan akses Bendungan Beringin Sila Utan serta penambahan sambungan rumah untuk wilayah layanan Utan dan Alas Marente. Pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp8,9 miliar untuk pekerjaan tersebut.
Abdul Hakim menyebut pelaksanaan paket kedua berjalan baik. Pekerjaan itu diarahkan untuk memperkuat jaringan distribusi sekaligus memperluas akses layanan air minum bagi masyarakat di wilayah Utan dan Alas Marente.
| Baca juga: Sumbawa Defisit Air Bersih |
Sementara itu, paket Optimalisasi SPAM Marente mencakup rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air Marente untuk mendukung wilayah layanan Kecamatan Alas. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp900 juta untuk pekerjaan tersebut.
"Untuk Optimalisasi SPAM Marente dengan pekerjaan rehabilitasi instalasi pengolahan air Marente wilayah layanan Kecamatan Alas, saat ini juga masih dalam proses pelaksanaan," jelasnya.
Paket keempat mencakup Optimalisasi Intake dan jaringan pipa transmisi Semongkat sepanjang 5,5 kilometer. BBWS pada Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk proyek tersebut.
Perumdam Batulanteh terus memantau pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Kontraktor juga menggenjot pekerjaan untuk memenuhi tahapan dan target penyelesaian yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Abdul Hakim mengatakan keberadaan empat paket proyek tersebut akan memperkuat sarana dan prasarana pelayanan air minum di Kabupaten Sumbawa. Perumdam Batulanteh juga menyiapkan sejumlah pembenahan untuk mendukung kelancaran operasional dan meningkatkan pasokan air kepada pelanggan.
"Ke depan, empat paket proyek yang dikerjakan tahun ini diharapkan dapat menunjang kegiatan operasional serta memberikan kontribusi dalam memperlancar ketersediaan pasokan air dan meningkatkan layanan," katanya.
Di sisi lain, Abdul Hakim meminta pelanggan tetap bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Sejumlah pekerjaan pembangunan dan pembenahan jaringan masih dapat memengaruhi kelancaran pelayanan air bersih hingga proyek mencapai target penyelesaian pada akhir Desember 2026.
"Di tengah percepatan sejumlah pekerjaan, tentu pelanggan harus bersabar karena pelayanan air bersih masih mengalami gangguan hingga target penyelesaian pada akhir Desember 2026. Atas nama jajaran Perumdam Batulanteh, kami mohon maaf," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....