PDAM Loteng Catat Laba Rp2,6 Miliar, Setor Dividen Rp300 Juta ke Daerah
- 11 Agt 2026 15:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan perubahan kinerja dalam lima tahun terakhir. Perusahaan yang sebelumnya masuk kategori kurang sehat itu kini dinilai sehat dan mampu membukukan laba bersih hingga Rp2,6 miliar pada 2025.
Tak hanya mencatat laba, PDAM juga mulai memberikan kontribusi langsung kepada pemerintah daerah melalui setoran dividen.
Direktur PDAM Tirta Ardhia Rinjani Bambang Supratomo mengatakan, perbaikan kinerja perusahaan terlihat dari tren laba yang terus meningkat sejak 2021.
Pada 2021, laba bersih PDAM tercatat sekitar Rp231 juta. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar Rp600 juta pada 2022, sekitar Rp1 miliar pada tahun berikutnya, hingga menembus Rp2 miliar pada tahun-tahun terakhir. Pada tahun buku 2025, laba bersih mencapai sekitar Rp2,6 miliar.
“Sejak 2021, PDAM sudah bisa menghasilkan laba bersih dan trennya meningkat,” kata Bambang dalam laporan pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Pengawas PDAM Tirta Ardhia Rinjani, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Bambang, peningkatan laba tersebut tidak hanya dipengaruhi pertumbuhan jumlah pelanggan. Perbaikan tata kelola, efisiensi dan efektivitas operasional serta kemampuan mengoptimalkan pelanggan potensial turut menjadi faktor peningkatan pendapatan.
Pengembangan pelanggan bisnis, termasuk kebutuhan air untuk kawasan Mandalika, juga dinilai membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan.
“Yang selama ini narasinya PDAM selalu merugi, alhamdulillah sudah bisa kami jawab dengan adanya laba bersih dan dividen,” ujarnya.
Perubahan kinerja itu juga tercermin dari hasil evaluasi perusahaan. Bambang mengatakan, sebelum 2021 PDAM masih berada dalam kategori kurang sehat. Namun, hasil evaluasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kondisi perusahaan telah beralih menjadi kategori baik atau sehat.
“Dari hasil audit menunjukkan PDAM sudah masuk kategori baik, sehat, tidak sakit lagi,” katanya.
Dari laba bersih tahun buku 2025 sekitar Rp2,6 miliar, PDAM ditetapkan menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah sebesar 10 persen. Nilainya diperkirakan sekitar Rp260 juta hingga Rp300 juta.
Setoran tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PDAM terhadap pemerintah daerah. Bambang menyebutkan, perusahaan telah beberapa kali menyetorkan dividen dalam beberapa tahun terakhir.
Besaran dividen ditetapkan berdasarkan hasil audit laporan keuangan dan keputusan pemerintah daerah selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Berdasarkan peraturan daerah yang ditetapkan pada 2022, PDAM dapat menyetorkan dividen maksimal 50 persen dari laba bersih. Namun, besaran tersebut tidak bersifat wajib mencapai 50 persen karena pemerintah daerah tetap mempertimbangkan kebutuhan pengembangan perusahaan.
Sisa laba dapat digunakan untuk memperkuat operasional PDAM, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perbaikan jaringan perpipaan.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar PDAM semakin sehat dan mampu meningkatkan kontribusinya.
“Walaupun tidak besar, tetapi kontinu. Ada juga sumbangsih kepada pemerintah daerah dalam bentuk dividen,” kata Pathul.
Meski kinerja keuangan membaik, PDAM masih menghadapi tantangan besar dari sisi cakupan pelayanan. Saat ini, layanan PDAM baru menjangkau sekitar 16 persen penduduk Lombok Tengah dengan jumlah pelanggan sekitar 53.000 hingga 54.000 pelanggan.
Karena itu, pemerintah daerah meminta PDAM tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperluas akses pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Catatan kami tentu memperbanyak sambungan rumah dengan memberikan pelayanan yang terbaik, kualitas dan kuantitas,” ujar Pathul.
Pemkab Lombok Tengah juga menyiapkan pembangunan SPAM Cerorong-Danau Biru. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan reservoir dan Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Pembangunan tersebut diharapkan memperkuat pasokan air di wilayah Pringgarata, Jonggat hingga Praya Barat. Setelah kebutuhan wilayah barat terpenuhi, distribusi air ditargetkan dapat diperluas ke wilayah timur hingga kawasan selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....