Gerakan Tanam Cabai Sekolah, Wabup UNA Perkuat Ketahanan Pangan Lobar Bersama

  • 28 Agt 2026 08:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Cabai yang tumbuh di halaman sekolah kini tidak lagi sekadar menjadi tanaman pelengkap. Di Lombok Barat, komoditas dapur yang kerap memicu gejolak harga itu mulai diperkenalkan sebagai bagian dari gerakan pendidikan, ketahanan pangan, hingga upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi meluncurkan Gerakan Tanam Cabai di Lingkungan Sekolah yang dipusatkan di SMPN 2 Gerung, Kecamatan Gerung, Kamis 27 Agustus 2026.

Peluncuran gerakan tersebut dibuka Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, yang akrab disapa UNA. Kegiatan ini turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Staf Ahli Bupati, para kepala OPD, jajaran pejabat lingkup Dinas Dikbud, serta para guru SMPN 2 Gerung.

Tak hanya berlangsung secara langsung di lokasi, kegiatan tersebut juga diikuti sekitar 24 sekolah melalui sambungan Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Wabup UNA menegaskan bahwa gerakan menanam cabai memiliki kaitan langsung dengan upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Sebab, cabai termasuk salah satu komoditas strategis yang pergerakan harganya dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

“Gerakan ini menjadi bagian dari upaya kita dalam mengendalikan inflasi daerah. Cabai merupakan salah satu komoditas strategis. Dengan menanam dan meningkatkan ketersediaannya, kita berharap harga dapat lebih terkendali sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Menurut UNA, langkah menanam cabai di lingkungan sekolah memang terlihat sederhana. Namun jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, gerakan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap ketahanan pangan dan kesadaran masyarakat.

“Gerakan kecil menanam saja bisa membawa dampak besar terhadap perekonomian daerah,” katanya menegaskan.

Ia menilai, sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran tersebut sejak dini. Melalui kegiatan menanam, merawat hingga memanen, peserta didik tidak hanya belajar mengenal lingkungan, tetapi juga memahami arti kemandirian, tanggung jawab dan pentingnya menjaga ketersediaan pangan.

Bagi UNA, pembelajaran semacam itu menjadi pengalaman nyata yang tidak selalu diperoleh melalui teori di dalam kelas. Anak-anak dapat melihat langsung bagaimana sebuah tanaman membutuhkan proses, perhatian dan ketekunan sebelum akhirnya menghasilkan.

“Dari kegiatan sederhana seperti ini, anak-anak dapat belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, lingkungan, sekaligus mengenal nilai ekonomi sejak dini,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap Gerakan Tanam Cabai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi kebiasaan positif di berbagai satuan pendidikan.

Budaya menanam yang tumbuh di sekolah juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian generasi muda terhadap persoalan ketahanan pangan dan kondisi perekonomian di daerah.

Selain berbicara mengenai pentingnya menanam, Wabup UNA juga menitipkan pesan kepada para pelajar agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan tantangan zaman. Menurutnya, pendidikan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

“Terus semangat belajar, semangat bersahabat, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah berhenti mengejar cita-cita. Jadilah generasi yang kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....