Murni Suciyanti: Kami Dorong Keluarga Mandiri dan Berkualitas

  • 28 Agt 2026 09:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Kegiatan Selasa Menyapa di Kecamatan Palibelo tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi dan ketahanan keluarga.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Ragi dan Desa Teke. Berbagai program pemberdayaan masyarakat digelar secara terpadu dengan melibatkan jajaran TP PKK Kabupaten Bima bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan mitra terkait.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Murni Suciyanti Ady Mahyudi bersama jajaran pengurus terlebih dahulu melakukan pembagian bibit pohon buah kepada kader PKK Desa Ragi dan Desa Teke.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh sejumlah aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, pembinaan ekonomi keluarga hingga peningkatan kesadaran generasi muda.

Pada bidang kesehatan dan perlindungan sosial, TP PKK melalui Gerakan Peduli Stunting (GPS) membagikan 25 paket sembako kepada lansia dan penyandang disabilitas di Desa Ragi dan Desa Teke.

Sementara itu, Sekretariat dan Pokja IV TP PKK Kabupaten Bima melaksanakan pembagian telur sebagai bagian dari gerakan peduli stunting. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pendampingan kelas ibu hamil bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.

Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) juga diberikan melalui kerja sama dengan IBI dan DP3AP2KB Kabupaten Bima.

Di bidang pembinaan generasi muda, Pokja I TP PKK Kabupaten Bima menggelar penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) bagi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Palibelo.

Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menunda usia pernikahan hingga benar-benar memiliki kesiapan fisik, mental, finansial dan sosial.

Para siswa sebagai sasaran utama diharapkan mampu memahami pentingnya menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian door prize kepada para peserta.

Sementara itu, Pokja II TP PKK Kabupaten Bima memberikan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Pembinaan UP2K diarahkan untuk memperkuat ekonomi rumah tangga melalui pengembangan usaha mikro berbasis kelompok.

Materi pembinaan mencakup tata kelola administrasi, peningkatan mutu produk, legalitas usaha hingga perluasan akses pasar.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong keluarga agar tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

Pada sektor pendidikan dan literasi, TP PKK Kabupaten Bima bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima menggelar Panggung Literasi.

Selain itu, pengurus TP PKK melakukan kunjungan ke pengelola PAUD Holistik Integratif (HI) di Desa Teke serta melaksanakan sosialisasi mengenai Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses peralihan dari pendidikan anak usia dini menuju sekolah dasar yang lebih ramah dan menyenangkan bagi anak.

Sementara Pokja III TP PKK Kabupaten Bima melaksanakan sosialisasi gerakan Stop Boros Pangan sekaligus praktik pembuatan hantaran pernikahan.

Sosialisasi Stop Boros Pangan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola makanan, mengurangi pemborosan serta memanfaatkan pangan secara optimal.

Sedangkan praktik pembuatan hantaran pernikahan menjadi salah satu bentuk keterampilan yang dapat dikembangkan masyarakat sebagai peluang usaha dan sumber tambahan pendapatan keluarga.

Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Selasa Menyapa tidak hanya berorientasi pada pelayanan sesaat, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas masyarakat melalui kesehatan, pendidikan, keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.

TP PKK Kabupaten Bima terus mendorong agar seluruh program pemberdayaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader PKK, pemerintah desa, perangkat daerah dan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan Selasa Menyapa diharapkan mampu memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat Kabupaten Bima yang sehat, berpendidikan, mandiri dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....