Bupati Lombok Timur Tegaskan Pentingnya Identitas Sejarah Daerah

  • 28 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyoroti pentingnya identitas daerah sebagai bagian dari upaya mewariskan sejarah yang jelas kepada generasi penerus. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menetapkan 31 Agustus sebagai Hari Jadi Lombok Timur yang menjadi momentum untuk mengenang sejarah terbentuknya pemerintahan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raudatul Jannah, Desa Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Kamis 27 Agustus 2026. Penetapan 31 Agustus sebagai Hari Jadi Lombok Timur merujuk pada dokumen hukum Staatsblad atau lembaran resmi pada era Hindia Belanda.

Struktur pemerintahan di Pulau Lombok yang sebelumnya berpusat di Singaraja disempurnakan melalui Staatsblad 1885 Nomor 181 dengan pembentukan wilayah pemerintahan di Pulau Lombok yang beribukota di Ampenan. Wilayah tersebut kemudian dipecah menjadi dua kabupaten, yakni Lombok Barat dan Lombok Timur, yang pada awalnya membawahi tujuh distrik, yaitu Pringgabaya, Selong, Sakra, Rarang, Praya, Kopang, dan Batukliang.

Bupati menyampaikan peringatan Hari Jadi ke-131 Lombok Timur akan dilaksanakan secara sederhana pada 31 Agustus 2026. Rangkaian utama kegiatan akan diisi dengan Tabligh Akbar yang ditargetkan dihadiri sekitar 16.000 warga dengan menghadirkan TGH. M. Zainul Majdi atau TGB sebagai penceramah.

“Ini penting bagi kita untuk memberikan identitas daerah dan mewariskan sejarah yang jelas kepada generasi penerus. Karena itu, Hari Jadi Lombok Timur harus menjadi momentum untuk mengingat perjalanan daerah sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujar Haerul Warisin

Selain Tabligh Akbar, Pemkab Lombok Timur juga menyiapkan kegiatan sosial berupa operasi dan pengobatan mata secara gratis, termasuk penanganan katarak. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari di RSUD Lombok Timur, Labuhan Haji, dengan sasaran sekitar 500 masyarakat.

“Dalam rangka Hari Jadi ini, kita tidak hanya melaksanakan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak secara gratis,” katanya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan di berbagai bidang. Sejumlah capaian yang diraih selama satu tahun terakhir disebut sebagai hasil dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi membutuhkan dukungan seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa dan lingkungan masyarakat. Mulai dari camat, kepala desa, RT/RW, hingga masyarakat dan para pengurus masjid dinilai memiliki kontribusi dalam mendukung pembangunan Lombok Timur.

“Capaian yang kita raih ini bukan keberhasilan pemerintah semata. Ini merupakan hasil kerja keras bersama, mulai dari camat, kepala desa, RT dan RW, seluruh masyarakat, termasuk para pengurus masjid yang terus memberikan dukungan terhadap pembangunan daerah,” katanya

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk disalurkan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa di sekitar Masjid Raudatul Jannah, Nyiur Tebel. Selain itu, ia juga menyampaikan komitmen untuk membantu pembangunan masjid tersebut melalui alokasi anggaran sebesar Rp50 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Ini sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....