Dishub Lombok Timur Siapkan Pola Transportasi Wisata untuk Cegah Persaingan

  • 20 Sep 2026 14:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur menyiapkan pola konektivitas transportasi menuju sejumlah destinasi pariwisata dengan tetap memperhatikan keberadaan pelaku transportasi lokal. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah persaingan tidak sehat antara layanan angkutan yang disiapkan pemerintah dengan transportasi masyarakat di kawasan wisata.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur, Muhamad Tohri Habibi, menjelaskan angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional atau KSPN memiliki karakteristik yang berbeda dengan taksi maupun kendaraan berbasis aplikasi. Angkutan KSPN beroperasi berdasarkan trayek tertentu sehingga tidak dapat secara bebas mengambil dan mengantar penumpang ke seluruh titik destinasi wisata.

Dikatakan Tohri, angkutan KSPN nantinya berfungsi sebagai transportasi utama yang menghubungkan antarkawasan dan berhenti pada titik-titik tertentu, seperti terminal. Sementara kebutuhan perjalanan dari titik tersebut menuju objek wisata lainnya dapat dilayani oleh masyarakat melalui transportasi lokal sehingga layanan pemerintah dan pelaku transportasi lokal dapat saling melengkapi.

“Angkutan KSPN ini memiliki trayek tertentu, sehingga tidak seperti taksi atau kendaraan berbasis aplikasi yang bisa langsung mengambil dan mengantar penumpang ke berbagai titik. Karena itu, transportasi lokal tetap memiliki ruang untuk melayani wisatawan dari titik pemberhentian menuju destinasi wisata,” jelas Tohri. Minggu, 20 September 2026.

Ia mengakui konektivitas antardestinasi wisata di Lombok Timur maupun Pulau Lombok secara umum masih belum terintegrasi secara maksimal. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah potensi wisata belum terhubung secara optimal melalui layanan transportasi umum.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB. Salah satu dukungan yang telah berjalan yakni layanan angkutan KSPN yang menghubungkan sejumlah kawasan pariwisata di Mataram, Lombok Tengah hingga Lombok Timur.

Dari sisi tarif, Tohri menyebut layanan angkutan KSPN mendapat dukungan subsidi sehingga tarif dapat dijaga tetap terjangkau bagi masyarakat maupun wisatawan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong wisatawan menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewa.

“Kita ingin konektivitas ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Wisatawan mendapatkan kemudahan akses, sementara masyarakat yang selama ini bergerak di sektor transportasi lokal juga tetap mendapatkan peluang ekonomi,” ujarnya.

Tohri berharap penguatan konektivitas transportasi dapat berjalan seiring dengan pengembangan destinasi wisata di Lombok Timur. Dengan pola pelayanan yang saling melengkapi, transportasi umum dan pelaku transportasi lokal diharapkan dapat bersama-sama mendukung pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....