Pemkab Lombok Tengah, Susun DED Rekonstruksi Rumah Adat Sade

  • 27 Agt 2026 08:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai menyiapkan Detail Engineering Design atau DED sebagai dasar pembangunan kembali rumah adat di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, yang terdampak kebakaran.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, DED diperlukan untuk menentukan secara detail bentuk bangunan, kebutuhan teknis, hingga estimasi anggaran yang diperlukan dalam proses rekonstruksi.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa langsung menentukan besaran biaya pembangunan sebelum desain dan DED disepakati bersama.

“Seperti apa dan disepakati desain engineering detailnya, baru nanti dihitung berapa anggaran yang dibutuhkan,” kata Pathul, Rabu 26 Agustus 2026.

Pathul mengatakan, desain rekonstruksi nantinya akan dibahas bersama masyarakat. Pemerintah perlu memastikan pembangunan kembali tetap mempertahankan karakter rumah adat Sade sekaligus memperhatikan aspek keselamatan.

Untuk sementara, masyarakat menginginkan bentuk rumah adat tetap seperti sebelumnya, termasuk penggunaan alang-alang sebagai material atap.

Namun, keinginan tersebut masih akan didiskusikan karena alang-alang memiliki risiko mudah terbakar. Pemerintah perlu menyiapkan sistem keselamatan yang memadai untuk mengantisipasi kebakaran.

“Persoalannya kan dia lebih cepat tersulut dan terbakar. Nah, bagaimana ini? Tentu mungkin pemadam kebakaran harus sudah kita antisipasi,” ujarnya.

Selain material bangunan, pemerintah juga akan mempertimbangkan jalur evakuasi serta kesiapan fasilitas pemadam kebakaran dalam desain rekonstruksi.

Pathul menegaskan, warga tidak bisa membangun kembali rumah secara sendiri-sendiri tanpa mengikuti desain yang telah disepakati. Hal ini karena Sade merupakan kawasan bersejarah yang harus dijaga karakter dan nilai budayanya.

“Warga juga kan tidak bisa semau mereka. Harus kita diskusikan. Karena ini adalah tempat bersejarah bagi mereka,” tegasnya.

Setelah DED selesai dan desain disepakati, pemerintah baru akan menghitung kebutuhan anggaran secara lebih pasti. Sumber pembiayaan nantinya akan dibahas dengan mempertimbangkan dukungan pemerintah maupun bantuan dari berbagai pihak.

Pathul mengatakan pemerintah menginginkan proses rekonstruksi berjalan cepat. Namun, berbagai keinginan masyarakat perlu disatukan terlebih dahulu agar pembangunan kembali Sade tidak keliru dan tetap sesuai dengan nilai sejarah kawasan tersebut.

Ia juga mengusulkan agar keberadaan museum dipertimbangkan dalam penataan kembali Sade. Museum tersebut nantinya dapat menjadi ruang untuk mendokumentasikan sejarah rumah adat Sade, termasuk kondisi kawasan sebelum dan setelah kebakaran.

“Mudah-mudahan nanti dibuatkan satu museum di sini. Orang bisa melihat dari dekat bentuk awal sejarah rumah adat ini, berdiri termasuk sampai hari ini terbakar juga,” kata Pathul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....