Gubernur NTB Dorong Rekonstruksi Sade Sedekat Mungkin dengan Bentuk Asli
- 27 Agt 2026 08:15 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal menegaskan rekonstruksi Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, harus melibatkan langsung masyarakat. Pemerintah ingin mengembalikan kawasan adat tersebut sedekat mungkin dengan kondisi aslinya, namun dalam versi yang lebih baik dan aman.
Iqbal mengatakan, penanganan pascakebakaran Sade diarahkan pada dua hal utama, yakni memulihkan kehidupan masyarakat agar kembali normal serta menyiapkan rekonstruksi kawasan adat.
Menurutnya, rekonstruksi tidak boleh dilakukan sepihak. Masyarakat harus ikut menentukan arah pembangunan karena Sade bukan hanya milik warga setempat, tetapi telah menjadi bagian penting dari NTB dan Indonesia.
“Rekonstruksi ini harus community based, jadi harus berbasis masyarakat. Jadi masyarakat itu ikut menentukan arah rekonstruksi ini, dan masyarakat terlibat langsung di dalam proses rekonstruksi,” kata Iqbal Rabu 26 Agustus 2026.
Iqbal menjelaskan, rekonstruksi nantinya diarahkan untuk mengembalikan Sade sedekat mungkin dengan kondisi sebelum kebakaran. Namun, pembangunan tidak sekadar meniru bentuk lama, melainkan juga memasukkan aspek keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Arah kita putuskan bersama bahwa akan kita rekonstruksi, dikembalikan sedekat mungkin dengan aslinya, tapi dalam versi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Iqbal, peningkatan tersebut antara lain dengan mempertimbangkan keberadaan hidran, sirkulasi udara, serta sistem pemadaman yang memungkinkan penanganan kebakaran lebih cepat dan efektif.
“Dalam versi yang sudah ada hidran, sudah memikirkan sirkulasi udaranya, memikirkan bagaimana kalau terjadi kebakaran, pemadaman bisa lebih efektif dan sebagainya,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah belum membahas secara rinci desain maupun sumber pembiayaan rekonstruksi. Pembahasan mengenai anggaran baru akan dilakukan setelah pemerintah dan masyarakat menyepakati arah pembangunan Sade.
“Nggak usah pikirkan itu dulu. Kesepakatan arahnya ke mana saja kita belum. Jadi setelah kesepakatannya, baru kita pikirkan nanti pelan-pelan dari mana sumber pembiayaannya,” ujar Iqbal.
Iqbal juga meminta masyarakat maupun pihak yang ingin memberikan bantuan tidak masuk ke lokasi bekas kebakaran. Bantuan untuk sementara diarahkan melalui posko karena kondisi kawasan masih belum aman.
“Teman-teman yang mau memberikan bantuan jangan masuk ke lokasi dulu. Berikan bantuan di posko saja, jangan masuk ke lokasi,” tegasnya.
Ia mengatakan, kawasan bekas kebakaran masih terdapat paku dan material lainnya yang dapat membahayakan masyarakat. Selain itu, lokasi perlu diamankan agar kondisi kawasan tidak berubah sehingga proses rekonstruksi nantinya lebih mudah dilakukan.
Terkait waktu pembangunan, Iqbal berharap rekonstruksi dapat dilakukan secepat mungkin. Namun, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum seluruh pihak, terutama masyarakat Sade, menyepakati arah pembangunan.
“Lebih cepat lebih baik. Kita ingin masyarakat hidup,” katanya.
Iqbal juga menegaskan proses rekonstruksi Sade tidak perlu dikaitkan dengan pelaksanaan MotoGP Mandalika. Menurutnya, agenda MotoGP tetap dapat berjalan meski pembangunan kembali Sade belum selesai.
“Nggak usah dikaitkan dengan MotoGP. MotoGP akan bisa jalan tanpa Sade,” ujarnya.
Iqbal menekankan, fokus pemerintah saat ini adalah mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak sekaligus menjaga identitas budaya dan sejarah Desa Adat Sade.
Ia memastikan rekonstruksi nantinya tidak hanya mengembalikan bangunan, tetapi juga mempertahankan Sade sebagai kawasan adat yang memiliki nilai penting bagi NTB dan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....