Rekonstruksi Desa Sade Pertahankan Bentuk Asli, Dilengkapi Proteksi Kebakaran
- 26 Agt 2026 14:43 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah akan melibatkan masyarakat adat dalam menentukan konsep hingga pelaksanaan rekonstruksi.
- Rekonstruksi Desa Adat Sade akan mempertahankan karakter dan bentuk asli kawasan, tetapi dilengkapi sistem keselamatan untuk mencegah kebakaran.
RRI.CO.ID, Lomok Tengah — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan rekonstruksi Desa Adat Sade pascakebakaran tidak akan menghilangkan karakter asli kawasan adat. Namun, bangunan dan tata kawasan akan dilengkapi aspek keselamatan untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan rekonstruksi Sade tidak bisa disamakan dengan pembangunan kembali permukiman biasa. Kawasan tersebut merupakan situs sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting bagi NTB dan Indonesia.
“Dikembalikan sedekat mungkin dengan aslinya, tetapi dalam versi yang lebih baik,” kata Iqbal saat mengunjungi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Iqbal, salah satu aspek yang akan diperkuat adalah sistem proteksi kebakaran. Pemerintah mempertimbangkan penyediaan hidran dan alat pemadam api ringan (APAR), sekaligus memperbaiki sirkulasi kawasan agar proses evakuasi dan pemadaman dapat dilakukan lebih efektif.
Penataan ulang itu diharapkan tidak mengubah identitas arsitektur maupun fungsi budaya Sade. Pemerintah ingin kawasan tersebut tetap merepresentasikan kehidupan masyarakat adat, tetapi memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan sebelum kebakaran.
Konsep rekonstruksi juga akan dibahas bersama masyarakat adat. Iqbal menegaskan warga bukan sekadar penerima bantuan, melainkan menjadi bagian penting dalam menentukan bentuk dan arah pembangunan kembali Sade.
“Arah rekonstruksi ini harus berbasis masyarakat. Masyarakat ikut menentukan arah rekonstruksi dan terlibat langsung dalam proses rekonstruksi,” ujarnya.
Pemerintah juga membuka opsi memisahkan kawasan inti adat dengan area tempat tinggal. Kawasan inti tetap diarahkan sebagai ruang budaya, ekonomi, dan pariwisata, sedangkan permukiman dapat disiapkan di luar area inti. Opsi tersebut masih akan dibicarakan bersama masyarakat sebelum diputuskan.
Iqbal meminta proses rekonstruksi tidak dilakukan secara tergesa-gesa demi mengejar agenda pariwisata. Menurut dia, pemerintah harus memastikan konsep penataan matang terlebih dahulu sebelum menentukan sumber pembiayaan.
“Sade bukan lagi hanya milik warga. Ini milik NTB, milik Indonesia,” kata Iqbal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....