Teladani Rasulullah, Pemprov NTB Ajak Pemuda Jadi Penggerak NTB Makmur Mendunia
- 25 Agt 2026 12:47 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk memperkuat persaudaraan dan membangun daerah yang berkarakter.
- Generasi muda dan keluarga didorong menjadi penggerak perubahan menuju NTB Makmur Mendunia.
RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengajak masyarakat meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai pijakan membangun daerah. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menggapai Berkah Menuju NTB Makmur Mendunia” di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Sekretaris Daerah NTB Abul Chair mengatakan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai seremoni keagamaan. Momentum itu, kata dia, harus menjadi ruang untuk memperkuat keimanan sekaligus melatih pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita hadir di sini karena kita cinta kepada Rasulullah SAW,” ujar Abul.
Ia mencontohkan pengendalian amarah sebagai salah satu nilai yang perlu dibawa dari masjid ke kehidupan sosial. Menurut dia, kemampuan menahan emosi tidak hanya diperlukan saat berada di tempat ibadah, tetapi juga ketika berhadapan dengan persoalan di tengah masyarakat.
“Kalau kita di masjid bisa menahan amarah, lantas di luar masjid juga kita harus bisa menahan amarah,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Dr. M. Anugrah Arifin mengatakan Rasulullah SAW membawa perubahan besar bukan hanya melalui ajaran agama, tetapi juga dengan membangun masyarakat yang bertumpu pada akhlak, ilmu, keadilan dan persaudaraan.
Ia mencontohkan langkah Rasulullah setelah hijrah ke Madinah. Masjid dibangun sebagai salah satu pusat kehidupan umat. Fungsinya tidak terbatas sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pendidikan, musyawarah, pembinaan masyarakat dan penguatan persaudaraan.
“Bawa suasana masjid ini kembali ke lingkungan masing-masing dan jadikan kampung kita sebagai kampung yang beradab,” ujar Arifin.
Menurut dia, nilai tersebut relevan untuk menjawab berbagai persoalan sosial saat ini. Masyarakat perlu menjauhi korupsi, kemaksiatan dan perilaku yang bertentangan dengan kejujuran serta amanah.
Arifin juga menyoroti posisi generasi muda dalam pembangunan NTB. Ia menyebut pemuda sejak awal perkembangan Islam telah memainkan peran penting dalam perubahan sosial dan peradaban.
Karena itu, pemuda NTB didorong tidak berhenti menjadi generasi yang kritis. Mereka harus mampu menawarkan solusi, melahirkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Kalau ingin daerah ini makmur, maka bangkitkan semangat para pemudanya,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keluarga sebagai fondasi pembentukan masyarakat. Nilai penghormatan kepada orang tua dan guru, kepedulian kepada sesama serta akhlak, menurut dia, pertama kali ditanamkan di lingkungan keluarga.
Semangat persaudaraan yang dicontohkan Rasulullah melalui hubungan kaum Muhajirin dan Ansar juga dinilai penting untuk diterapkan di NTB. Persatuan diperlukan agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi perpecahan.
Peringatan Maulid Nabi tersebut pada akhirnya menempatkan pembangunan NTB bukan semata sebagai persoalan ekonomi dan infrastruktur. Daerah yang ingin “makmur mendunia” juga membutuhkan manusia yang berkarakter, keluarga yang kuat dan generasi muda yang mampu menjadi penggerak perubahan.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus tumbuh dari masjid, keluarga hingga lingkungan masyarakat sehingga cita-cita NTB Makmur Mendunia tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir dalam perilaku dan kontribusi warga sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....