Angka Pengangguran di NTB Turun, Ini Penyebabnya
- 06 Okt 2026 15:43 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB turun menjadi 2,99 persen pada Februari 2026, atau berkurang sekitar 5,97 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
- Penurunan dipengaruhi program Magang Nasional, meningkatnya minat bekerja ke luar negeri, pelatihan keterampilan, dan dorongan usaha mandiri.
RRI.CO.ID, Mataram - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Nusa Tenggara Barat (NTB) turun menjadi 2,99 persen pada Februari 2026. Jumlah pengangguran tercatat sekitar 96,66 ribu orang, turun 5,97 ribu orang dibanding Februari 2025.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqan, menyebut penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah program dan meningkatnya minat masyarakat mencari pekerjaan.
"Syukur kalau ada penurunan," kata Aidy, kepada RRI, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurutnya, salah satu faktor yang ikut mendorong penurunan pengangguran adalah program Magang Nasional yang digulirkan pemerintah pada 2026. Program tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengalaman sekaligus meningkatkan kompetensi kerja.
Faktor lainnya adalah meningkatnya animo masyarakat NTB untuk bekerja, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Aidy mengatakan kesadaran masyarakat untuk bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi juga semakin tumbuh. Hal itu terlihat dari tingginya pengiriman tenaga kerja asal NTB ke berbagai negara.
"Kesadaran masyarakat kita untuk bekerja di luar negeri secara resmi dan kompeten itu sudah mulai berkembang," ujarnya.
Dalam setahun, kata Aidy, jumlah tenaga kerja asal NTB yang dikirim ke luar negeri mencapai sekitar 31 ribu hingga 35 ribu orang. Hingga September 2026, jumlahnya sudah mencapai belasan ribu orang dan masih terus didata hingga akhir tahun.
Malaysia menjadi negara tujuan terbesar pekerja asal NTB. Sekitar 68 persen tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri bekerja di Malaysia.
Selain Malaysia, pekerja NTB juga tersebar di Taiwan, Jepang, negara-negara Timur Tengah, China, hingga Singapura.
Di sisi lain, pemerintah mendorong masyarakat meningkatkan kemampuan entrepreneurship agar tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang tersedia.
"Jangan hanya menunggu pemerintah membuka lapangan kerja. Sektor swasta dan kemandirian juga perlu dipacu," tegasnya.
Disnakertrans NTB juga terus menggelar pelatihan keterampilan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga. Program tersebut saat ini melibatkan ribuan peserta.
Aidy menilai pelatihan, program magang, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, serta pengembangan usaha mandiri menjadi bagian penting dalam menekan angka pengangguran.
Ke depan, Pemprov NTB juga akan memperluas akses pelatihan kerja hingga Pulau Sumbawa. Salah satunya dengan mengembangkan unit pelaksana teknis (UPT) atau skill center di Sumbawa.
Selain itu, Disnakertrans NTB sedang menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Kerja (SIK). Aplikasi ini nantinya memuat informasi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan lowongan pekerjaan yang tersedia.
Dengan sistem tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah menemukan lowongan kerja sesuai kemampuan tanpa harus mencari informasi secara manual.
"Kita buat inovasi. Namanya aplikasi SIK, Sistem Informasi Kerja," ujar Aidy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....