Gubernur Iqbal Minta ASN Aktif Perbarui Data Kompetensi dan Prestasi
- 24 Agt 2026 17:18 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta ASN aktif memperbarui data kompetensi, pengalaman, rekam jejak, dan prestasi sebagai bagian dari penerapan manajemen talenta.
- Data tersebut akan digunakan untuk memetakan kompetensi dan pengembangan karier ASN sesuai kebutuhan Pemprov NTB.
RRI.CO.ID, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meminta seluruh aparatur sipil negara atau ASN aktif memperbarui data kompetensi, pengalaman, rekam jejak, dan prestasi. Data tersebut akan menjadi dasar penerapan manajemen talenta sekaligus pemetaan pengembangan karier ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.
Menurut Iqbal, penerapan manajemen talenta menuntut perubahan cara pandang dalam mengelola aparatur. ASN tidak cukup hanya menunggu penilaian dari atasan, tetapi harus aktif menunjukkan dan memperbarui rekam kompetensinya.
“Perubahan terpenting dari manajemen talenta adalah cara kita memotret prestasi. Sekarang semua orang harus mampu memotret dirinya sendiri. Karena itu, keaktifan individu menjadi sangat penting,” kata Iqbal dalam Rapat Pimpinan Pemprov NTB di Ruang Rapat Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Senin, 24 Agustus 2026.
Pemprov NTB telah memperoleh persetujuan penerapan manajemen talenta melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 863 Tahun 2026. Sistem ini akan digunakan untuk memetakan kompetensi dan kebutuhan ASN, termasuk melihat ketimpangan distribusi pegawai di setiap perangkat daerah.
Iqbal mengatakan pemetaan berbasis data diperlukan agar pengembangan karier ASN tidak semata berdasarkan masa kerja, tetapi juga mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, kinerja, dan prestasi.
Ia juga mengingatkan ASN agar tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk berhenti meningkatkan kualitas diri. Pemerintah daerah, kata dia, harus mencari cara agar sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara maksimal.
“Dengan fiskal yang ada, bagaimana kita bisa berbuat lebih banyak. Kita tidak lagi berpikir menambah anggaran, tetapi bagaimana memanfaatkan anggaran yang ada secara optimal,” ujarnya.
Penerapan manajemen talenta diharapkan membuat pengelolaan ASN di Pemprov NTB lebih terukur. Data individu akan menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Bagi Iqbal, pembenahan birokrasi bukan hanya soal sistem dan struktur. Perubahan juga harus dimulai dari setiap ASN dengan mengenali kemampuan, pengalaman, dan prestasi yang dimiliki.
“Yang sedang kita benahi bukan sekadar struktur pemerintahan, tetapi cara kita bekerja,” kata Iqbal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....