Daya Beli Naik saat Maulid, TPID Lombok Barat Jaga Harga Tetap Stabil

  • 24 Agt 2026 16:56 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi masyarakat Lombok Barat, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap perputaran ekonomi daerah. Meningkatnya kebutuhan warga untuk menggelar berbagai tradisi Maulid turut mendorong aktivitas perdagangan, terutama pada sejumlah komoditas pangan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Damayanti Widyaningrum, SP., M.Si, mengatakan tradisi Maulid memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya Maulid Nabi tersebut, sangat menggerakkan perekonomian di Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya. Senin 24 Agustus 2026.

Menurut Damayanti, peningkatan konsumsi masyarakat selama musim Maulid harus tetap diimbangi dengan langkah pengendalian harga. Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu memastikan tingginya permintaan tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang merugikan masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah memiliki sasaran inflasi sekitar 2,5 persen dengan rentang plus-minus satu persen. Karena itu, stabilitas harga perlu dijaga agar tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

“Kalau deflasi terlalu dalam tentu bisa merugikan petani, sedangkan inflasi akan berdampak kepada konsumen. Karena itu, bagaimana caranya supaya semuanya tetap seimbang,” katanya menegaskan.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut, Damayanti menyebut pemerintah telah memberikan sejumlah masukan kepada TPID dan perangkat terkait. Langkah yang dilakukan antara lain pemantauan pasar, inspeksi harga, operasi pasar, hingga penyelenggaraan pasar murah bagi masyarakat.

Upaya stabilisasi itu kini juga diperluas dengan menghadirkan lebih banyak kebutuhan pokok. Jika sebelumnya pasar murah lebih banyak menyediakan sembako dan sejumlah komoditas pangan strategis, kini masyarakat juga dapat memperoleh LPG.

“Sekarang ada kemajuan karena dalam pasar murah kita juga menghadirkan LPG. Jadi tidak hanya beras, gula, telur dan kebutuhan pangan lainnya,” ucapnya.

Tradisi Maulid di Lombok Barat mendorong masyarakat meningkatkan belanja untuk memenuhi kebutuhan kegiatan keagamaan dan tradisi roah. Berbagai bahan pangan pun mengalami peningkatan permintaan.

Komoditas seperti beras, telur, daging ayam, daging sapi, buah-buahan hingga aneka bumbu menjadi kebutuhan yang banyak dicari masyarakat menjelang dan selama pelaksanaan Maulid.

Meningkatnya aktivitas belanja tersebut secara langsung membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha lokal. Sektor pangan, khususnya perdagangan telur, daging ayam, daging sapi dan beras, menjadi bagian yang paling merasakan dampak dari tingginya konsumsi masyarakat.

“Memang kebutuhan masyarakat meningkat untuk menyambut Maulid. Mereka membeli berbagai kebutuhan untuk kegiatan roah dan ini tentu menggerakkan daya beli,” ujarnya.

Namun demikian, Damayanti mengingatkan bahwa meningkatnya konsumsi tidak boleh berubah menjadi perilaku belanja berlebihan. Sebab, kepanikan masyarakat dalam menyimpan bahan pangan justru berpotensi memicu kelangkaan dan tekanan harga.

Selain momentum Maulid, pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan pangan dari program lain, termasuk Makan Bergizi Gratis atau MBG, yang turut memengaruhi permintaan sejumlah komoditas.

Karena itu, TPID Lombok Barat terus didorong untuk memperkuat pengawasan pasar serta memastikan ketersediaan barang tetap aman. Pemerintah juga meminta masyarakat menerapkan pola konsumsi yang wajar dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami juga sudah menginformasikan kepada Kominfo agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya belanja secara bijak,” katanya menegaskan.

Menurutnya, kebiasaan membeli gula, minyak goreng atau bahan pangan lainnya dalam jumlah berlebihan karena kekhawatiran akan kekurangan barang justru dapat menciptakan persoalan baru di pasar.

“Jangan sampai masyarakat berbelanja berlebihan lalu menyimpan barang karena takut tidak kebagian. Kondisi seperti itu justru bisa memicu inflasi,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap tradisi Maulid tetap menjadi momentum yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi dapat terus bergerak, pelaku usaha memperoleh keuntungan, sementara harga kebutuhan pokok tetap berada dalam kondisi yang stabil.

“Kami berharap masyarakat Lombok Barat dapat berbelanja secara bijak agar perputaran ekonomi tetap berjalan, tetapi inflasi selama musim Maulid juga tetap terkendali,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....