Wagub NTB dan Bunda Sinta Tinjau Korban Kebakaran Desa Adat Sade
- 24 Agt 2026 06:49 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri dan Bunda Sinta meninjau langsung korban kebakaran Sade sekaligus menyerahkan bantuan dan menguatkan warga terdampak.
- Pemprov NTB menyiapkan logistik, dapur umum, posko kesehatan, tenaga medis, hingga trauma healing untuk membantu pemulihan korban.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua TP-PKK NTB Hj. Sinta Agathia turun langsung meninjau warga terdampak kebakaran di Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu, 23 Agustus 2026.
Keduanya membawa bantuan sekaligus memberikan penguatan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB memastikan penanganan warga terdampak tidak berhenti pada bantuan logistik, tetapi juga mencakup layanan kesehatan dan pendampingan psikologis.
Pemprov NTB juga telah menurunkan bantuan logistik darurat, membuka dapur umum lapangan, serta mengerahkan tenaga medis dari RSUP NTB dan RSUD Mutiara Sukma. Tim kesehatan disiapkan untuk memeriksa kondisi warga sekaligus memberikan dukungan trauma healing, terutama bagi warga yang mengalami tekanan setelah bencana.
Dinas Kesehatan NTB juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah untuk memastikan respons kesehatan berjalan terpadu.
Pada tahap awal, posko kesehatan didirikan di kawasan lahan parkir Sade Village bersama posko terpadu TNI dan Polri. Tim kesehatan disiagakan di posko dan melakukan penyisiran ke sejumlah titik tempat warga terdampak berkumpul.
Kebutuhan obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) di lapangan didukung oleh Dinas Kesehatan NTB dan Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Organisasi profesi kesehatan juga ikut membantu, termasuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang melakukan pemeriksaan terhadap kelompok rentan, salah satunya ibu hamil.
“Tim kesehatan juga melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi warga terdampak, termasuk ibu-ibu hamil,” jelas Khalik.
Untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia, PSC 119 akan disiagakan setiap hari selama sepekan di posko, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WITA.
Selain posko terpadu di kawasan Sade Village, tim kesehatan juga menyiapkan posko di Dusun Sade. Posko tersebut sementara menggunakan rumah salah satu bidan Puskesmas Kuta.
Petugas kesehatan akan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Kuta, Puskesmas Sengkol, dan Puskesmas Teruwai. Operasional posko kesehatan di Dusun Sade diupayakan mulai berjalan pada Minggu.
Dinas Kesehatan NTB menyebut laporan lebih rinci mengenai kondisi kesehatan warga terdampak akan disampaikan setelah tim surveilans menyelesaikan pemetaan di lapangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons Pemprov NTB untuk memastikan warga korban kebakaran Sade mendapatkan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, sekaligus pendampingan setelah kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu pemulihan warga dan menjaga agar penanganan pascakebakaran dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....