Budidaya Udang Lombok Tengah, Terkendala Kualitas Air

  • 20 Agt 2026 20:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pengembangan budidaya udang di Kabupaten Lombok Tengah masih menghadapi kendala kualitas air. Letak kawasan tambak yang cukup jauh dari laut membuat pembudidaya mengandalkan sumber air dari muara yang kualitasnya belum optimal untuk mendukung produksi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah, Nurjahman, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat budidaya udang di daerah ini belum dapat berkembang maksimal.

“Kalau di Sumbawa posisinya benar-benar di laut. Kita ini jauh dari laut, sehingga kendalanya adalah kondisi air,” kata Nurjahman belum lama ini.

Menurutnya, air yang masuk ke kawasan tambak berasal dari muara dan masih bercampur dengan lumpur. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan kehidupan udang.

Persoalan kualitas air juga membuat bantuan benur yang sebelumnya diberikan pemerintah kepada pembudidaya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Bantuan udang tetap kita berikan, tetapi memang belum bisa maksimal,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah telah mengusulkan perbaikan saluran air menuju kawasan tambak. Namun, perbaikan saluran saja dinilai belum cukup karena sumber air yang digunakan tetap berasal dari muara.

“Sekalipun salurannya diperbaiki, paling hanya bisa memperdalam. Sumber airnya tetap sama, masih bercampur dengan lumpur karena di situ ada muara,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas budidaya di sejumlah lokasi turut bergantung pada musim. Pembudidaya bahkan harus menunggu datangnya hujan ketika kualitas dan ketersediaan air dinilai lebih mendukung untuk kegiatan produksi.

“Harus menunggu hujan,” kata Nurjahman.

Meski menghadapi kendala, Lombok Tengah memiliki potensi lahan budidaya udang yang cukup besar. Nurjahman menyebut potensi lahan tersebut mencapai sekitar 350 hektare, yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Bileando dan Kidang.

Dari potensi tersebut, saat ini sekitar 100 hingga 120 hektare masih dimanfaatkan untuk budidaya udang semi-intensif. Selain itu, terdapat sekitar 21 hektare lahan yang masih produktif untuk produksi garam.

Pemkab Lombok Tengah juga terus mencari alternatif untuk mengatasi keterbatasan sumber air. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong pemanfaatan sumur bor di lokasi yang memungkinkan.

“Disana itu kita menggunakan sumur bor,” pungkas Nurjahman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....