Pemda Lotim Dorong Perbaikan Data Desil Melalui Perlinsos Digital

  • 15 Sep 2026 18:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Banyaknya protes mengenai ketidaksesuaian data desil menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur. Melalui mekanisme sanggahan Perlinsos Digital, pemerintah berharap perbaikan data dapat dilakukan sehingga penetapan desil masyarakat lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengatakan jumlah penduduk Lombok Timur yang mencapai 1,471 juta lebih menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kesalahan pencatatan data. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Timur Tahun 2026, Selasa 15 September 2026.

Dikatakannya, pemerintah terus mendorong pembenahan data melalui pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Ia menyebut akan ada sekitar 4,8 juta perubahan desil secara nasional, sebagaimana disampaikan Menteri Sosial, dan proses tersebut diharapkan turut memperbaiki ketepatan data masyarakat penerima perlindungan sosial.

“Jumlah penduduk kita besar, jadi wajar ada risiko kesalahan pencatatan data yang juga besar. Karena sekarang sudah menggunakan Artificial Intelligence (AI), jadi InsyaAllah September atau minggu kedua Oktober, selaras dengan keterangan Menteri Sosial, informasi terbaru sekarang sudah menyentuh angka sepuluh koma sekian yang desil rendah,” ungkapnya.

Sekda menilai uji coba Perlinsos Digital memberikan dampak positif, termasuk dalam kaitannya dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Keberadaan IKD dinilai menjadi pintu masuk untuk mempercepat dan mempermudah berbagai pelayanan publik, terutama ketika proporsi aktivasi masyarakat telah semakin menyeluruh.

“Ketika proporsi aktivasi IKD telah menyeluruh, maka akan lebih mudah memberikan pelayanan masyarakat. Ini tugas kita bersama hari ini. Andai persentase IKD tinggi akan mudah melayani warga kita, semakin mudah semakin cepat. Pintu masuk kita adalah IKD,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan aparatur pelayanan agar tidak kehilangan semangat meskipun menerima komentar negatif dari masyarakat. Tingginya indeks kepekaan digital Lombok Timur, yang disebut berada di posisi kedua setelah Kota Mataram, membuat respons masyarakat terhadap pelayanan semakin terbuka melalui media sosial.

“Jangan khawatir. Karena itulah psikologis dan psikis antara kita yang melayani dan masyarakat yang dilayani. Jadi tidak usah baper, jangan cepat tersinggung. Niatkan sebagai ibadah, agar kita kuat. Ini merupakan investasi pelayanan untuk semua layanan,” pesannya.

Selain peningkatan capaian IKD, pelayanan administrasi kependudukan Lombok Timur juga berhasil meraih prestasi 10 besar nasional dalam perekaman e-KTP. Dinas Dukcapil Lombok Timur turut mewakili daerah pada tingkat nasional dalam rangka zona integritas pelayanan.

Sosialisasi yang dihadiri perwakilan OPD terkait, BPJS, PT Pos Indonesia, RSUD, desa, dan puskesmas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pelayanan administrasi kependudukan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempermudah dan mempercepat pelayanan masyarakat selama proses menuju target aktivasi IKD yang lebih menyeluruh.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) II Kantor Bupati Lombok Timur itu dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada desa dan rumah sakit terbaik dalam pelayanan administrasi kependudukan tahun 2026. Penghargaan diberikan kepada RSIA Permata Hati, Desa Batuyang, Desa Montong Baan, Desa Pohgading Timur, dan Desa Beriri Jarak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....