Gus Miftah Sambangi Rumah Ibadah di NTB, Sebut Toleransinya Luar Biasa

  • 12 Agt 2026 20:33 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gus Miftah mengunjungi sejumlah rumah ibadah di NTB untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
  • Ia memuji kerukunan di Mataram dan berharap keberagaman menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan Indonesia.

RRI.CO.ID, Mataram - Gus Miftah menyambangi sejumlah rumah ibadah lintas agama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia ingin melihat langsung kehidupan toleransi dan kerukunan umat beragama di daerah tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kanwil Kemenag NTB dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rabu 12 Agustus 2026.

Gus Miftah mendatangi pura, wihara, hingga Gereja Katolik Santa Maria Immaculata Mataram. Ia juga berziarah ke Makam Tuan Guru Saleh Hambali.

Menurut Gus Miftah, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga toleransi dan moderasi beragama yang menjadi salah satu agenda penting pemerintah.

"Kewajiban kita bersama sebagai warga negara untuk senantiasa menjaga kerukunan. Saya meyakini Indonesia maju akan berangkat manakala masyarakatnya rukun," kata Gus Miftah.

Ia menyebut kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan seluruh elemen bangsa. Bukan hanya umat Islam, tetapi juga umat Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan kelompok lainnya.

Karena itu, Gus Miftah meminta keberagaman tersebut terus dirawat. Menurut dia, persatuan menjadi modal penting untuk membawa Indonesia semakin maju.

Gus Miftah mengaku kagum melihat kehidupan antarumat beragama di Mataram. Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah keberadaan prasasti bernuansa Islam di lingkungan pura.

"Ini menggambarkan bagaimana tingkat toleransi dan kerukunan di Mataram luar biasa," ujarnya.

Dia berharap kondisi tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Gus Miftah juga berharap umat beragama ikut mendukung berbagai agenda internasional di NTB, termasuk MotoGP Mandalika.

Ia bahkan mengaku sempat berjalan kaki di sekitar Sirkuit Mandalika sebelum menghadiri agenda tersebut. "Mudah-mudahan sukses," katanya.

Pastor Paroki Santa Maria Immaculata Mataram, Romo Emanuel Martinus Ano, menyambut positif kunjungan Gus Miftah. Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi bukti negara hadir dan menyapa umat dari berbagai agama.

"Baru terjadi setidak-tidaknya selama saya ada di Mataram, negara menyapa setiap rumah ibadat," kata Emanuel.

Ia mengatakan kerukunan antarumat beragama di NTB selama ini terjaga. Hal itu, menurut dia, bisa dirasakan langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Emanuel menilai keberagaman justru menjadi kekuatan NTB. Ia mengibaratkan enam agama seperti senar gitar yang menghasilkan harmoni ketika dimainkan bersama.

"Indonesia punya enam agama, jadi ini tali gitar yang membuat Indonesia tampak harmoni," ujarnya.

Ia berharap kunjungan Gus Miftah semakin memperkuat solidaritas masyarakat dan mendukung terwujudnya NTB Makmur Mendunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....