Pemkab Lombok Tengah, Siapkan Strategi Hadapi Efisiensi Anggaran hingga 2027

  • 12 Agt 2026 10:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai menyiapkan langkah untuk menghadapi arahan pemerintah pusat yang meminta pemerintah daerah tetap menerapkan efisiensi anggaran hingga 2027. Meski demikian, Pemkab memilih fokus memperkuat pendapatan daerah agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan pemerintah pusat telah memberi peringatan kepada seluruh daerah untuk mengantisipasi dinamika kondisi keuangan negara yang dapat berdampak pada kemampuan fiskal daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak hanya menghemat belanja, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan.

Menurut Pathul, Lombok Tengah akan mengoptimalkan sektor-sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah, seperti pariwisata, pertanian, dan sektor produktif lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas perekonomian sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.

"Yang terpenting sekarang bagaimana kita terus berikhtiar agar pendapatan daerah semakin besar. Pariwisata, pertanian, dan seluruh potensi daerah akan terus kita dorong," ujarnya, Rabu 12 Agustus 2026.

Pathul mengatakan Pemkab masih menunggu perkembangan kebijakan pemerintah pusat, terutama terkait Transfer ke Daerah (TKD). Hingga kini belum ada kepastian apakah akan ada penyesuaian lebih lanjut terhadap alokasi dana yang diterima daerah, sehingga pemerintah belum ingin mengambil langkah yang bersifat spekulatif.

Ia mengakui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga memiliki tantangan. Di satu sisi pemerintah harus memberikan berbagai insentif untuk menarik investasi, tetapi di sisi lain kebijakan tersebut dapat mengurangi potensi penerimaan daerah dalam jangka pendek.

Meski demikian, menurut Pathul, pemerintah akan terus mencari keseimbangan antara menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menjaga kemampuan fiskal daerah. Ia menegaskan seluruh kebijakan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi keuangan pemerintah pusat.

"Kita lihat nanti perkembangannya. Belum waktunya mengambil kesimpulan. Yang jelas kita terus berupaya agar pendapatan daerah meningkat sehingga kondisi keuangan daerah tetap terjaga," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....