Tiga Dekade Berlalu, PWI DIY Hidupkan Kembali Jejak Udin
- 12 Agt 2026 08:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tiga puluh tahun setelah kepergiannya, nama wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, kembali mendapat perhatian insan pers di Yogyakarta. Peringatan tiga dekade wafatnya Udin akan menjadi momentum untuk mengabadikan namanya sekaligus memperkuat langkah pengusulan dirinya sebagai Pahlawan Nasional.
Rangkaian kegiatan peringatan 30 tahun wafat Udin akan digelar Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda mengenang sosok Udin, tetapi juga menjadi langkah awal Tim Adhoc Udin dalam menjalankan tugas pengusulan wartawan Bernas tersebut sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Udin juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan nomor anggota 13.00.3794.92.M.VI.
Salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut adalah peresmian nama Aula PWI DIY menjadi Aula Fuad Muhammad Syafruddin. Penamaan tersebut diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi penerus terhadap perjalanan dan perjuangan Udin sebagai wartawan.
Peresmian nama aula akan dilakukan Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, S.H. Sebelum prosesi peresmian, Ketua Tim Adhoc Udin, Ki Bambang Widodo, akan menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan tugas tim dalam proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, S.IP., M.Si., serta Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno, S.Sos., M.A.
Penghormatan terhadap Udin tidak hanya dilakukan di lingkungan PWI DIY. Tim juga akan memasang tetenger di makam Udin yang berada di Trirenggo, Kabupaten Bantul.
Pemasangan tetenger tersebut merupakan bagian dari keputusan yang telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Adhoc Udin di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada 23 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, tim membahas sejumlah langkah strategis dalam proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Dua di antaranya adalah mengusulkan penggunaan nama Fuad Muhammad Syafruddin untuk Aula Gedung PWI DIY serta memasang tetenger di makam Udin.
Bagi insan pers, upaya mengabadikan nama Udin tidak semata-mata berkaitan dengan penamaan sebuah bangunan atau pemasangan tanda di makam. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan mengenai profesi jurnalistik, keberanian, serta perjalanan seorang wartawan yang tetap dikenang meski tiga dekade telah berlalu.
Tim Adhoc Udin juga telah mengundang Dewan Penasehat, Dewan Pakar, pengurus dan anggota PWI DIY untuk menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat serta organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dengan proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional turut diundang.
Ikhtiar tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membawa nama Udin ke tingkat yang lebih luas. Dari Yogyakarta, Tim Adhoc Udin mendorong agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat mempertimbangkan pengusulan wartawan tersebut sebagai Pahlawan Nasional.
Tiga puluh tahun setelah wafatnya, ingatan terhadap Udin kembali dihidupkan melalui berbagai langkah konkret. Tidak hanya melalui kegiatan peringatan, tetapi juga melalui upaya mengabadikan namanya serta memperjuangkan pengakuan atas perjalanan dan perjuangannya sebagai wartawan.
Bagi generasi pers saat ini, nama Udin diharapkan tidak hanya dikenang melalui nama aula maupun tetenger di makamnya. Lebih jauh, Udin diharapkan menjadi bagian dari catatan sejarah pers Indonesia dan sosok wartawan asal Yogyakarta yang terus diperjuangkan untuk memperoleh pengakuan sebagai Pahlawan Nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....