PWI NTB Himpun 120 Wartawan dalam OKK dan Uji Kompetensi 2026

  • 10 Sep 2026 14:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat kompetensi dan profesionalisme wartawan melalui Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis 10 September 2026, tersebut diikuti 120 wartawan dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin mengatakan jumlah peserta OKK telah melalui proses seleksi karena jumlah pendaftar sebelumnya hampir mencapai 200 orang. Pembatasan dilakukan menyesuaikan kapasitas kegiatan.

Sementara untuk UKW yang dilaksanakan pada 11–12 September 2026, tercatat 54 wartawan yang mengikuti uji kompetensi. Peserta terbagi dalam tiga jenjang, yakni 18 peserta tingkat Muda, 24 Madya, dan 12 Utama.

Ikliluddin mengatakan UKW menjadi bagian penting untuk mengukur pemahaman wartawan terhadap prinsip dasar profesi, termasuk Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Undang-Undang Pers, serta perilaku wartawan ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Ini merupakan ujian pemetaan untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, dan perilaku di lapangan,” ujar Ikliluddin.

Selain penguatan kompetensi, kegiatan OKK juga diarahkan untuk membangun pemahaman anggota terhadap organisasi dan prinsip-prinsip kewartawanan. Materi yang diberikan mencakup sejumlah dasar keorganisasian dan profesi yang menjadi bekal sebelum wartawan menjalankan tugas jurnalistik.

Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat, Joko Tetuko, mengatakan pelaksanaan OKK merupakan amanat PD/PRT hasil Kongres PWI serta Peraturan Organisasi (PO) terbaru.

Menurutnya, pemahaman terhadap 13 materi dasar keorganisasian dan kewartawanan, termasuk UU Pers, KEJ, hingga Sistem Peradilan Pidana Anak, menjadi bagian penting dalam membentuk anggota yang memahami aturan dan tanggung jawab profesinya.

“OKK ini adalah penguatan organisasi sekaligus fondasi bagi anggota. Tempat acara di Bank NTB Syariah ini sangat representatif dan pelaksanaan di NTB ini menjadi salah satu yang terbesar serta terbaik,” kata Joko.

Ia menilai keberadaan wartawan yang kompeten turut menentukan kualitas informasi yang diterima masyarakat. Pers yang memiliki kapasitas dan memahami etika jurnalistik dapat menjadi penghubung informasi yang kuat dan terpercaya antara masyarakat dengan pemerintah.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik.

Membacakan pesan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Ahsanul Khalik mengatakan kompetensi wartawan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menulis berita. Menurutnya, profesi wartawan juga memiliki tanggung jawab moral dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Menjadi wartawan bukan hanya soal kecepatan menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta,” tegas Ahsanul Khalik.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi NTB terbuka terhadap kritik yang disampaikan media, sepanjang kritik tersebut memiliki dasar data dan diarahkan untuk mendorong perbaikan pelayanan publik.

“Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Pemprov NTB dan pers adalah dua pilar yang harus bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Bung AK tersebut.

Rangkaian OKK dan UKW PWI NTB 2026 terlaksana dengan dukungan Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, DPRD NTB, Pertamina, serta sejumlah pihak lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....