189 Anak Lomba Mewarnai Aruna Senggigi Satukan Kreativitas dan Budaya

  • 06 Sep 2026 20:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Perayaan satu dekade Aruna Senggigi Resort & Convention tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi sekaligus mengenal nilai budaya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui Lomba Mewarnai Anak 2026 bertema “Kreasikan Warna, Lestarikan Budaya” yang digelar di Ballroom Aruna Senggigi Resort & Convention, Minggu, 6 September 2026.

Sebanyak 189 peserta dari berbagai kelompok usia ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sejak perlombaan dimulai, suasana ballroom dipenuhi antusiasme anak-anak yang serius menuangkan imajinasi mereka melalui goresan dan perpaduan warna.

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang perlombaan. Aruna Senggigi Resort & Convention menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk mendorong keberanian anak dalam berekspresi, mengasah kreativitas, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya melalui cara yang menyenangkan.

Dukungan orang tua juga terlihat sepanjang perlombaan. Mereka memberikan semangat kepada anak-anak yang berusaha menyelesaikan karya masing-masing dengan penuh konsentrasi.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, M.Par, mengatakan perayaan 10th Anniversary ingin dikemas dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Selama 10 tahun perjalanan Aruna Senggigi Resort & Convention, kami ingin perayaan anniversary ini tidak hanya menjadi momen bagi kami, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yeyen, lomba mewarnai menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar berani menunjukkan kemampuan mereka. Baginya, keberanian untuk mencoba merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak.

“Melalui kegiatan seperti Lomba Mewarnai Anak ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berani berekspresi, menunjukkan kreativitas, dan percaya terhadap kemampuan mereka sendiri,” katanya menegaskan.

Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi sejak usia dini dapat memberikan pelajaran yang tidak selalu diukur dari hasil akhir perlombaan. Keberanian tampil, menyelesaikan karya, serta menghargai hasil karya peserta lain menjadi bagian dari pengalaman yang bernilai.

“Bagi kami, keberanian seorang anak untuk mencoba dan tampil adalah pengalaman yang sangat berharga,” ucapnya.

Selain perlombaan, panitia menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung untuk membuat suasana semakin interaktif. Peserta dan keluarga dapat menikmati penampilan story teller dari Teras Mayn, English Language Games bersama English Club, hingga kuis dengan berbagai hadiah.

Rangkaian aktivitas tersebut membuat acara tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif dan hiburan bagi keluarga yang hadir.

Lomba mewarnai sendiri terbagi dalam tiga kategori. Setelah melewati proses penilaian, sembilan peserta ditetapkan sebagai juara dari masing-masing kategori.

Kategori A

Juara 1: Azzahra Radiyya Almeera

Juara 2: I Made Radika Pandya Naratama

Juara 3: I Gusti Agung Ayu Chandra Gamika

Kategori B

Juara 1: Baiq Syafarra Humaira

Juara 2: Milly Medina Valent

Juara 3: Himeka Tavisha Armina

Kategori C

Juara 1: Dafia Maheswari

Juara 2: Hero Alexander Xia

Juara 3: Khanza Nurul Inaya

Para pemenang memperoleh penghargaan atas kreativitas, ketelitian, dan usaha yang ditampilkan selama perlombaan. Kendati demikian, penyelenggara menekankan bahwa nilai kegiatan tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara.

Salah satu orang tua peserta, Subandi, mengaku senang dapat membawa anaknya mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman berkompetisi memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar percaya diri dan berani memperlihatkan hasil karyanya.

“Kami senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Anak saya dari awal sudah sangat excited untuk mengikuti lomba dan menyelesaikan gambarnya,” ungkap Subandi.

Menurut dia, kemenangan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Kesempatan untuk berani tampil dan mengikuti proses perlombaan dinilai jauh lebih penting bagi perkembangan kepercayaan diri anak.

“Buat kami, menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah anak mendapatkan pengalaman untuk berani ikut lomba, berani menunjukkan hasil karyanya, dan lebih percaya diri dengan kemampuannya,” katanya.

Antusiasme anak-anak dan dukungan keluarga kemudian menjadi bagian penting dari suasana perayaan satu dekade Aruna Senggigi. Lomba tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan berbasis kreativitas dapat menjadi ruang pertemuan antara anak, keluarga, komunitas, dan lingkungan usaha.

Mengusung tema “Kreasikan Warna, Lestarikan Budaya”, Aruna Senggigi membawa pesan bahwa kreativitas anak dapat berjalan beriringan dengan upaya mengenalkan budaya sejak usia dini.

Momentum 10 tahun keberadaan Aruna Senggigi Resort & Convention di Senggigi pun diarahkan tidak hanya sebagai perayaan internal, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar.

Aruna Senggigi Resort & Convention menyatakan rangkaian kegiatan anniversary masih akan berlanjut hingga November 2026. Berbagai program tersebut diarahkan pada semangat kolaborasi, kebersamaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal.

Melalui rangkaian tersebut, satu dekade perjalanan Aruna Senggigi diharapkan tidak berhenti pada perayaan usia, tetapi menjadi momentum untuk terus menghadirkan kegiatan yang mempertemukan sektor hospitality dengan kreativitas, budaya, dan kehidupan masyarakat Lombok.

“Semangat kami adalah terus tumbuh bersama masyarakat Lombok dan menghadirkan ruang yang memberikan pengalaman positif bagi keluarga serta generasi muda,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....