Pemkab Lombok Barat Dorong Bahasa Sasak Mendunia lewat Kongres Internasional

  • 11 Agt 2026 09:56 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya menjaga bahasa Sasak sebagai bagian penting dari identitas dan warisan budaya masyarakat Lombok.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap rencana pelaksanaan Kongres Internasional Bahasa Sasak Pertama yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Lombok Barat pada 28-29 Oktober 2026.

Dukungan itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha ketika menerima audiensi panitia kongres dari Majelis Adat Sasak (MAS) di ruang kerjanya, Jumat 7 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pemerhati budaya dalam menghadapi tantangan pelestarian bahasa Sasak di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendukung penyelenggaraan Kongres Internasional Bahasa Sasak Pertama ini,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat adat, budayawan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat agar bahasa Sasak tetap hidup dan digunakan lintas generasi.

Kongres internasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan para pemerhati bahasa dan budaya Sasak, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan bahasa Sasak kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ini menjadi bagian dari upaya bersama agar bahasa Sasak tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman,” katanya menegaskan.

Rencana kongres tersebut sekaligus membawa misi lebih besar, yakni mengangkat bahasa Sasak dari ruang lokal menuju panggung nasional dan internasional tanpa menghilangkan akar budaya yang melekat di dalamnya.

Dengan dukungan Pemkab Lombok Barat dan sinergi bersama Majelis Adat Sasak serta para pegiat budaya, Kongres Internasional Bahasa Sasak Pertama diharapkan mampu menjadi titik penting dalam memperkuat gerakan pelestarian bahasa daerah.

“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan bahasa Sasak dan semakin memperkenalkan budaya Sasak kepada dunia,” ucapnya.

Kongres yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran baru bahwa menjaga bahasa Sasak bukan sekadar mempertahankan sebuah bahasa daerah, tetapi juga merawat identitas dan warisan budaya masyarakat Lombok.

“Pelestarian bahasa Sasak merupakan tanggung jawab bersama agar warisan budaya ini tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....