Desa Jorok Disiapkan jadi Destinasi Wisata Baru
- 06 Agt 2026 16:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kembali memperluas pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Tahun 2026 ini, Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, disiapkan menjadi destinasi wisata baru melalui penetapan sebagai desa wisata. Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumbawa.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Vivi Yulansari, S.Kom, mengatakan Desa Jorok dipilih karena telah memenuhi berbagai persyaratan sebagai desa wisata. Selain memiliki potensi wisata yang telah dikenal wisatawan, desa tersebut juga didukung kelembagaan dan aktivitas ekonomi masyarakat yang telah berjalan dengan baik.
"Tahun 2021 sebanyak 40 desa wisata telah ditetapkan melalui surat keputusan. Untuk tahun 2026, kami menyiapkan satu desa lagi menjadi desa wisata, yaitu Desa Jorok di Kecamatan Unter Iwes," ujar Vivi, Kamis 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Desa Jorok bukanlah kawasan yang asing bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang datang ke Kabupaten Sumbawa menggunakan kapal pesiar. Selama ini, desa tersebut rutin menjadi salah satu lokasi kunjungan wisata. Dimana para wisatawan diperkenalkan dengan berbagai tradisi dan budaya khas Sumbawa yang masih terjaga hingga sekarang.
Menurut Vivi, potensi budaya yang dimiliki Desa Jorok menjadi salah satu daya tarik utama yang dapat dikembangkan sebagai produk wisata. Wisatawan tidak hanya menikmati suasana pedesaan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenal adat istiadat, kesenian, kebudayaan dan tradisi masyarakat Sumbawa.
Selain memiliki potensi wisata yang menjanjikan, Desa Jorok juga dinilai telah memenuhi aspek kelembagaan yang menjadi syarat pembentukan desa wisata. Keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah beroperasi sedikitnya selama dua tahun, menjadi indikator kesiapan desa dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
"Seluruh kelengkapan yang dibutuhkan sudah tersedia. Pokdarwis sudah ada dan aktif, sementara UMKM juga telah berjalan minimal dua tahun. Itu menjadi salah satu alasan Desa Jorok dipilih sebagai desa wisata baru," jelasnya.
Untuk memperkuat pengelolaan desa wisata tersebut, Dispopar Kabupaten Sumbawa akan melakukan pendampingan secara intensif bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa. Pendampingan akan difokuskan pada penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas masyarakat, serta optimalisasi potensi wisata yang dimiliki Desa Jorok agar mampu berkembang menjadi destinasi yang kompetitif.
Tidak hanya itu, Desa Jorok juga akan diikutsertakan dalam Lomba Desa Wisata yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTB. Ajang tersebut diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata. Sekaligus, untuk memperkenalkan potensi Desa Jorok, kepada masyarakat yang lebih luas.
Vivi optimistis, melalui pendampingan yang berkelanjutan, Desa Jorok akan berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumbawa. Keberadaan desa wisata baru tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan destinasi bagi wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pengembangan UMKM, pelestarian budaya, dan meningkatnya aktivitas pariwisata.
"Harapan kami, dengan pendampingan yang dilakukan, seluruh potensi Desa Jorok dapat dimaksimalkan sehingga benar-benar menjadi destinasi wisata baru yang mampu menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Kabupaten Sumbawa," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....