BPS NTB: Warga Tak Perlu Khawatir, Sensus Ekonomi Bukan untuk Pajak

  • 03 Agt 2026 16:02 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Hingga awal Agustus 2026, capaian pendataan telah mencapai 78 persen dengan Dompu menjadi daerah tertinggi dan Mataram terendah.
  • BPS NTB menegaskan data dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak digunakan untuk kepentingan pajak dan dijamin kerahasiaannya guna mendukung perencanaan pembangunan.

RRi.CO.ID, Mataram - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan. Penegasan ini disampaikan menyusul masih adanya kekhawatiran sebagian warga saat didatangi petugas sensus.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan hingga awal Agustus 2026 capaian pendataan sudah mencapai sekitar 78 persen. Menurutnya, sebagian masyarakat sempat menolak atau ragu memberikan data karena khawatir informasi aset dan usahanya akan berkaitan dengan pajak.

"Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pajak. Data yang kami kumpulkan hanya untuk kebutuhan perencanaan pembangunan ekonomi," kata Wahyudin, Senin 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya. BPS hanya akan mempublikasikan data dalam bentuk statistik secara umum, bukan data milik perorangan maupun perusahaan.

Wahyudin menegaskan petugas sensus juga tidak diperbolehkan membocorkan informasi responden. Jika melanggar, petugas dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski sempat menemui penolakan di lapangan, BPS memilih mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas bersama pengawas turun langsung memberikan penjelasan mengenai tujuan dan manfaat sensus hingga masyarakat bersedia didata.

"Setelah dijelaskan, rata-rata masyarakat mau memberikan data. Mereka akhirnya paham kalau sensus ini untuk kepentingan pembangunan, bukan untuk kepentingan lain," ujarnya.

BPS menargetkan pendataan lapangan selesai paling lambat 17 Agustus 2026. Setelah itu, sisa waktu hingga akhir Agustus akan digunakan untuk memeriksa dan memperbaiki data yang masih belum lengkap atau ditemukan anomali.

Saat ini, Kabupaten Dompu menjadi daerah dengan progres pendataan tertinggi, mencapai sekitar 92 persen. Sementara Kota Mataram masih menjadi daerah dengan capaian terendah, sekitar 67 persen.

Sensus Ekonomi 2026 mendata seluruh aktivitas usaha masyarakat, mulai dari UMKM, usaha besar, hingga usaha berbasis digital. Hasil sensus nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan dan arah pembangunan ekonomi di NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....