46 Calon PMI NTB Ikuti Pelatihan Pemagangan ke Jepang
- 03 Agt 2026 15:13 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta 46 calon PMI peserta program pemagangan ke Jepang terus meningkatkan kemampuan, disiplin, dan penguasaan bahasa selama mengikuti pelatihan tahap pertama.
- Pemprov NTB juga mendorong para peserta memanfaatkan penghasilan di Jepang untuk investasi produktif dan membawa pulang budaya kerja disiplin guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat.
RRI.CO.ID, Mataam – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meminta calon pekerja migran Indonesia (PMI) peserta program pemagangan ke Jepang terus meningkatkan kemampuan selama mengikuti pelatihan. Ia mengingatkan peserta agar tidak cepat merasa puas dan memanfaatkan penghasilan di Jepang untuk investasi masa depan, bukan untuk kebutuhan konsumtif.
"Kalian harus terus berkembang. Jangan pernah merasa puas sebelum waktunya. Tingkatkan kemampuan fisik, keterampilan, disiplin, dan terutama kemampuan berbahasa," kata Iqbal saat membuka Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026 di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) NTB, Mataram, Senin, 3 Agustus 2026.
Sebanyak 46 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di NTB mengikuti pelatihan tahap pertama. Peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan pelatihan nasional tahap kedua di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan di Bekasi.
Menurut Iqbal, program pemagangan tidak semata-mata bertujuan mencari pekerjaan dan memperoleh gaji di Jepang. Pemerintah Provinsi NTB berharap para peserta kembali dengan bekal pengalaman, keterampilan, serta kemampuan mengelola keuangan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Iqbal mengingatkan agar penghasilan selama bekerja di Jepang digunakan untuk membeli aset produktif, seperti rumah, lahan, atau modal usaha. Ia juga mendorong peserta memanfaatkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI yang disediakan Bank NTB Syariah sebagai modal setelah kembali ke Indonesia.
Selain aspek ekonomi, Iqbal berharap para peserta membawa pulang budaya kerja Jepang, terutama kedisiplinan, etos kerja, dan sikap profesional. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk ditularkan kepada masyarakat di daerah asal.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan mengatakan pelatihan tahap pertama bertujuan membekali peserta dengan kemampuan dasar bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, etika, kesiapan fisik, mental, serta kompetensi kerja.
Menurut Aidy, peserta akan menjalani evaluasi bahasa, fisik, dan kompetensi selama pelatihan. Peserta yang lolos seleksi nasional dijadwalkan berangkat ke Jepang pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027 untuk mengikuti program magang selama tiga tahun. Peserta dengan kinerja terbaik berpeluang memperoleh perpanjangan masa magang hingga lima tahun.
"Kami berharap mereka menjadi duta NTB yang membawa nama baik daerah sekaligus mendukung terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia," ujar Aidy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....