KKN UMY Hadir di Rempek Darussalam, Pemkab KLU Dorong Sinergi Pengembangan Desa

  • 30 Jul 2026 20:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui penerimaan 34 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sapa Nusantara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kehadiran para mahasiswa tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang mendukung percepatan pembangunan Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga.

Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung di Aula Bappeda KLU, Kamis 30 Juli 2026, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Lombok Utara Sahabudin, M.Si. Turut hadir perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Desa Rempek Darussalam Muliadi, dosen pembimbing lapangan, serta jajaran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Program KKN tahun ini mengusung tema "Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Transformasi SDM untuk Mewujudkan Desa Mandiri Berkelanjutan". Tema tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas.

Dalam sambutannya, Sahabudin menegaskan pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan perguruan tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam menghadirkan inovasi, riset, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, Lombok Utara sebagai kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat masih memiliki berbagai tantangan pembangunan, mulai dari sektor ekonomi, sosial, budaya hingga tata kelola pemerintahan. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pembangunan.

"Kami berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi solusi nyata di tengah masyarakat. Kehadiran mereka bukan hanya menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan daerah," ujar Sahabudin.

Ia juga menjelaskan bahwa Lombok Utara saat ini memiliki lima kecamatan dan 42 desa. Pemerintah daerah tengah mempersiapkan pemekaran menjadi 68 desa sebagai upaya memperpendek rentang kendali pelayanan publik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sekda optimistis mahasiswa UMY dapat beradaptasi dengan cepat karena karakter masyarakat Desa Rempek Darussalam dikenal terbuka terhadap pendatang. Kesamaan nilai budaya antara masyarakat Jawa dan Lombok juga diyakini menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan warga.

Di akhir sambutannya, Sahabudin menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang kembali mempercayakan Lombok Utara sebagai lokasi pengabdian masyarakat. Ia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan program yang semakin luas.

"Pemerintah daerah menitipkan mahasiswa kepada pemerintah desa dan masyarakat agar pelaksanaan KKN berjalan lancar serta memberi manfaat nyata bagi pembangunan desa," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....